KAYUAGUNG,KabaRakyatsumsel.com – Sekitar 60 orang warga yang berasal dari dua (2) desa, yaitu Desa Arisan Buntal dan Desa Celikah Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan melakukan aksi damai di halaman kantor Bupati OKI, Senin (15/10/2018).

Aksi damai ini didampingi Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Kabupaten OKI yang dimotori Jamaludin Aproni, Saripudin Goeshar dan Ustadz Kanda Budi Setiawan terkait dampak negatif dari proyek pembangunan jalan tol ruas Mesuji-Kayuagung-Palembang yang dialami para warga dua desa tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, warga Desa Arisan Buntal dan Celikah mendesak Pemerintah Kabupaten OKI dan menuntut PT Waskita Karya bertanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan dan polusi udara (debu) di jalan poros Desa Arisan Buntal, akibat beban angkutan material pembangunan jalan tol.

Juga menghidupkan kembali tanaman buah-buahan warga Desa Arisan Buntal yang mati dan ikan-ikan kolam yang hilang akibat banjir disebabkan oleh penimbunan jalan tol, dan mengganti kerusakan rumah warga Desa Celikah akibat pergeseran tanah disebabkan oleh beban timbunan stock file batu koral material jalan tol.


Bahkan dalam aksi tersebut, warga mengancam jika dalam waktu 7 hari tidak ada respon dari PT Waskita Karya, maka warga akan memblokir jalan dan menghentikan segala aktifitas pembangunan jalan tol.

Mendapati aksi damai tersebut, akhirnya pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI melalui Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat serta Dinas Pertanahan OKI mempersilahkan perwakilan warga dengan didampingi SHI duduk bersama di ruang rapat Setda OKI, membahas permasalahan yang terjadi.

“60 orang yang ikut demo ini semua warga Desa Arisan Buntal dan Desa Celikah. Sebenarnya permasalahan ini sudah dua kali kami sampaikan dengan menyurati PT Waskita Karya, tetapi belum juga ada tanggapan,” ungkap koordinator aksi Jamaludin Aproni didampingi Saripudin Goeshar dalam pertemuan tersebut.

Selanjutnya, satu persatu perwakilan warga dari Desa Arisan Buntal Maupun desa Celikah menyampaikan keluhan mereka yang didengarkan langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda OKI Drs H Antonius Leonardo, M.Si dan Kadis Pertanahan OKI Pratama Suryadi, serta semua yang hadir dalam kesempatan itu.

Alhasil, lantaran pertemuan tersebut tak satu pun dihadiri oleh pihak PT Waskita Karya, maka dihadapan perwakilan warga dan semua yang hadir, Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten OKI Pratama Suryadi berjanji secara tegas dalam waktu 1 minggu sejak pertemuan itu dilaksanakan akan menuntaskan permasalahan yang dirasakan para warga.

“Sebenarnya demo yang kalian lakukan ini tak tepat sasaran, tetapi saya berjanji akan menyelesaikannya. Minta waktu 1 minggu untuk menyelesaikan permasalahan ini, akan saya panggil pihak PT Waskita karya. Jadi tolong bapak sekalian silahkan kembali ke rumah masing-masing,” cetus Pratama dihadapan semua yang hadir.

Mendengar janji itu, Jamaludin Aproni langsung menimpali. “Terima kasih pak, tetapi hendaknya bapak berpihak kepada warga, bukannya PT Waskita karya,” sindirnya singkat. (Sanfriawan)

Post a Comment