BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com — Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Pesantren Al Qodiri Banyuasin di Desa Tanjung Laut Kecamatan Suak Tapeh. Didirikannya Ponpes ini sebagai wadah dalam mengembangkan dan memajukan umat islam yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi tanpa melupakan ajaran agama Islam.


Orang nomor satu di Banyuasinini menjelaskan pada tahap pertama prioritas pembangunan meliputi fasilitas utama Ponpes yakni masjid, asrama dan sekolah.

"Pada tahap ini, dimulai peletakan batu pertama pembangunan Masjid ukuran 15 x 20 meter. Kebersamaan ini diharapkan dapat berkembang dalam berbagai kegiatan pembangunan Banyuasin untuk menjadi daerah yang lebih baik, maju dan sejahtera,” ungkap Askolani, Senin (01/09)


Dengan dibangunnya pondok pesantren ini seluas 9 Hektar, diharapkan mampu menciptakan generasi yang Qur’ani, menciptakan hafiz – hafiz hebat yang tidak hanya mampu menghafal bacaan Al-Qur’an tapi juga yang mampu mengimplementasikan kandungannya di dalam kehidupan sehari – hari.

Bupati juga memotivasi warga untuk juga menjadi penghafal Al-Qur’an. Karena dia yakin, dengan Al-Qur’an dan berpedoman padanya, akan bisa dicapai negeri yang penuh berkah, Thaybatun Wa Robbun Ghafur.


Dirinya melihat ponpes ini kedepan mempunyai sebuah visi besar dalam berdakwah, “Selalu melihat ke depan. Semoga nantinya bisa memberikan kontribusi besar bagi negara dan warga Banyuasin,” harapnya


“Atas nama keluarga besar menghibahkan ke yayasan Nurul Qodiri. Saya memiliki Nazar jika diamanatkan sebagai Bupati Banyuasin, maka saya akan menghibahkan tanah untuk pembangunan Pondok Pesantren. Mimpi saya ini dapat diwujudkan sebagai Ponpes terbesar di Sumsel. Pesantren modern penghapal alquran, pendidikan baca tulis Al Quran,” beber Suami Hj. Heryati


Mantan pimpinan DPRD Banyuasin ini memohon dukungan dan doa dari warga sekitar agar apa yabg sudah dicita-citakan bersama dapat terwujud untuk Banyuasin Bangkit, adil, dan Sejahtera. “Kita awali hari ini memberikan semangat kepada pondok pesantren di Banyuasin. Apalagi ada Magrib mengaji. Mudah-mudahan Banyuasin menjadi daerah yang maju dan Islami,” pungkasnya


Usai sambutan, Bupati Askolani bersama KH. Ahmad Muzakki melakukan penandatanganan Surat Hiba dan penandatanganan gambar desain banguanan, kemudian dilanjutkan peletakan batu pertama di sisi utara panggung6. Dengan peletakan batu pertama itu, sekaligus pembangunan ponpes seluas 9 hektare itu resmi dimulai.


Bupati Askolani didampingi KH Ahmad Muzakki Syah, Sekda Banyuasin Dr. Ir. H. Firmansyah, M.Sc, Asisten Pemerintahan dan Sosial Dr. HM Senen Har, M.Si.,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. Kosaroddin, MM.

Juga turut mendampingi Kadis Perkimtan Noor Yosep Zath, ST., MT., Kadis PU TR Dr. Ir. Yos Karimudin, MM., Kepala BKPSDM Hazairin Zaini, SH, Kepala Satuan Pol PP Damkar Drs. Anthony Liando, M.Si, Seluruh Staf Khusus Bupati. (Adam/rell)

Post a Comment