Kayuagung,KabaRakyatsumsel.com -- Keluarga korban pembunuhan terhadap Heri (32) meminta hukuman setimpal kepada Pebri Lavender (26) yang nekat menikam. Lantaran salah paham dan cek cok mulut, Minggu (14/10).

"Kami minta hukuman yang setimpal kepada tersangka yang nekat membunuh keponakan kami," tegas Mang Ujang yang seharusnya hal itu tak perlu terjadi. Lebih lagi, pihak perusahaan PT Dinamika Graha Sarana (DGS) harus bertanggungjawab atas perkelahian antara karyawan mereka yang bekerja sebagai penjaga kebakaran di wilayah Kecamatan Tulung Selapan OKI.

Korban, yang tinggal di Desa Penyandingan Kecamatan Tulung Selapan OKI, dinyatakan tewas setelah berlumburan darah. Akibat tusukan dibagian dada kiri hingga tewas dan tak sempat dibawa ke rumah sakit terdekat. "Kasus ini sepenuhnya kami serahkan kepada yang berwajib. Apalagi tersangka sudah menyerahkan diri," tutur Mang Ujang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat di Kecamatan Tulung Selapan ini terjadi, Jumat (12/10/2018) pukul 11.30, bertempat di areal operasional PT DGS di Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan. Bermula ketika korban, pelaku dan dua buruh PT DGS lainnya tergabung dalam satu tim pemadam kebakaran lahan yang sedang bekerja di areal kebun untuk berjaga-jaga.

Korban saat itu mengajak pelaku untuk memindahkan selang ke tempat yang lebih dekat. Korban ingin pemindahan dilakukan dengan mengangkat seluruh selang secara bersamaan, sementara pelaku hanya ingin memindahkan selang tersebut ala kadarnya. Hal inilah yang membuat korban menegur pelaku, dan akhirnya terjadi cekcok mulut sehingga berakhir dengan penusukan oleh pelaku dengan senjata tajam yang tepat di bagian dada kiri.

Mendapat serangan mendadak membuat korban tidak bisa mengelak, dan seketika tersungkur bersimbah darah sehingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian. Sementara pelaku usai menusuk korban, langsung kabur dengan sebilah sajam yang masih dipegangnya.

Aksi pembunuhan ini dalam sekejap membuat heboh masyarakat sekitar. Bahkan Kades Penyandingan, Juhaini yang mendengar informasi dua warganya terlihat pertikaian, akhirnya datang ke TKP. Emosi pihak kedua keluarga yang bertikaipun langsung diredam oleh perangkat desa setempat, bersama pihak kepolisian.

“Antara korban dan pelaku ini merupakan satu regu dalam pemadaman api dibawah naungan PT DGS. Mereka semua berempat, tapi kejadiannya begitu cepat sehingga dua rekan lainnya tidak sempat melerai antara pelaku dan korban,” ujar Kades Penyandingan, Juhaini kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Menurut Kades, nyawa korban tidak terselamatkan walaupun sempat dilarikan ke puskesmas setempat. “Dua rekan korban juga tidak menyangka akan berujung seperti itu. Tapi kita berharap pihak keluarga korban untuk tetap menahan emosi, dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak berwajib,” tuturnya.

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH melalui Kapolsek Tulung Selapan, AKP Fery Ferdiyanto SIk membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Sedangkan tersangka pembunuhan sudah diamankan, karena menyerahkan diri.

"Tersangka sudah diamankan. Terjadi penusukan karena ada perselisihan paham, cek cok dan terjadilah keributan hingga perkelahian hingga berakhir penusukan," singkat Kapolsek. (Sanfriawan)

Post a Comment