BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com --Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyuasin razia kos-kosan anak sekolah yang diduga tempat berkumpulnya cabe - cabean yang sangat meresahkan masyarakat. Senin (08/10).
Karena itu aparat penegak peraturan daerah (Perda) ini mengintensifkan lagi razia kos-kosan mengingat, saat ini rumah berbayar tersebut sudah sangat menjamur dan sering jadi tempatnya ngumpul - ngumpul anak cabe - cabean.

Kasat Pol PP dan Damkar Banyuasin Drs. Anthony Liando, M.Si melalui Kabid Trantibum Sat Pol PP Supadi mengatakan saat ini operasi cipta kondisi kembali ditingkatkan. Setiap malam maupun siang, petugas akan terus merazia kos-kosan.

Hal tersebut jelas dia, karena akhir - akhir ini Satpol PP sering sekali menerima laporan dari masyarakat maupun dari Lurah Kedondong Raye, bila rumah berbayar itu sering dijadikan tempatnya ngumpul - ngumpul anak cabe - cabean.

Menurutnya, saat ini kos-kosan banyak menjamur di wilayah Banyuain. Mengingat, Banyuasin merupakan wilayah kota Kabupaten. Sehingga, penduduk lokal banyak membangun jaringan bisnis dengan menyewakan kos-kosan.

Operasi pun membuahkan hasil. pihaknya mengamankan tujuh anak cabe - cabean, satu diantaranya laki - laki. Mereka diamankan saat lagi sedang ngumpul - ngumpul. "Tujuh anak cabe - cabean ini, akan kami data dan dilakukan pembinaan yang melibatkan orang tuanya masing - masing," kata dia.

Adapun tujuh anak cabe - cabean tersebut yakni Rani Yuliawati (16) warga Desa Tirta Kencana Kecamatan Makarti Jaya, Popi Pebrianti (20) warga lorong Basurip Sembawa,
April Eliya (17) pelajar SMK PGRI warga Kelurahan Kayuara Kuning. 

Selanjutnya, Ani (17) pelajar SMK PGRI warga Kelurahan Satrio, Meli (17) warga Pulau Harapan, Oktavia (16) pelajar SMK Muhamdiyah warga Piliv 5 Peldas dan Perdiansyah (16) warga Talang Kacang kelurahan Kedondong Raye.

Supadi mengaku, kegiatan ini merupakan agenda rutin jajarannya. Setiap malam maupun siang, pihaknya akan menurunkan anggota untuk menyisir sejumlah lokasi, baik hotel, penginapan maupun kos-kosan.

"Selain razia kos-kosan, setiap malam jajarannya terus menggiatkan patroli ke sejumlah wilayah. Kegiatan rutin ini, upaya menjaga ketertiban umum dari kenakalan remaja," ujar dia.

Dia menambahkan, rasa aman dan nyaman, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, Satpol PP, kepolisian dan TNI, tapi tanggung jawab bersama seluruh kalangan masyarakat. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat bisa turut membantu untuk menjaga kententraman di masing-masing wilayahnya.

Bila ada gelagat yang mencurikan di lingkungan terdekat tegas dia, segera laporkan ke kami atau langsung hubungi nomor telpon kami. "Berdasarkan laporan dari masyarakat maupun dari Lurah, mereka ini sudah sangat meresahkan karena selain mengganggu siswa sekolah belajar juga sering memalaki anak - anak sekolah," terang dia.

Dikatakan dia bahwa anak - anak ini sering ngumpul - ngumpul setiap malam Minggu dan malam Selasa serta malam Kamis di kosan yang berada di jalan KH. Sulaiman Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

"Tindakan tegas ini kita lakukan untuk memberikan efek jera agar tidak ada lagi anak - anak yang sering ngumpul di kos - kosan demi ketentraman dan kenyamanan masyarakat,' tandas dia. (Adam)

Post a Comment