BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Usai melakukan Tanam padi  perdana oktober - maret 2019, seluas 1800 hektare, Bupati Banyuasin H. Askolani. SH. MH di damping para OPD meresmikan Bioindustri padi terpadu di Desa Telang Rejo Kecamatan Muara Telang kabupaten Banyuasin. Kamis (04/10).

Bupati Banyuasin dalam sambutanya menyebutkan bahwa Kabupaten Banyuasin terbesar suampada pangan ke enam dari seluruh Indonesia dengan besaran 30%, oleh sebab itu dirinya berharap kepada kementrian pertanian Indonesia agar terus mensuport pertanian yang ada di Kabupaten Banyuasin. 

Dikatakan Asolani bahwa dirinya sudah lama bermimpi untuk memiliki beras dengan merek dagang sendiri seperti ini. Untuk itu lanjut dia, Semoga apa yang kita resmikan hari ini dapat menjadi motivfasi bagi desa dan kecamatan lain agar selalu memproduksi hasil panen sendiri. 

"Saya sangat mensuport dan  akan terus kita kembangkan. Nanti Pemerintah daerah akan buat kebijakan, untuk tahap awal seluruh PNS akan beli beras kita sendiri, setelah itu baru   masyarakat sisanya baru di jual. Ujar  dia. 

Dia meminta dengan Balai Penelitian Litbang Pasca Panen, agar membisikan kepada Kemenpan untuk selalu memperhatikan dan memberikan segala jenis bantuan demi memperlancar pertanian kabupaten Banyuasin.

"Kami janji akan menjadi yang terbaik, sebagai wakil dari rakyat Banyuasin saya akan turun lansung ke desa-desa dan kecamatan untuk meninjau pertanian di daerah masing-masing. Kita tidak hanya percaya dengan laporan Kepala Dinas." tegas dia.

Sementara itu Kepala Desa Telang Rejo Hendrik Kuswoyo mengatakan, bahwa pilot proyek bioindusrti yang diresmikan Bupati Hari ini sudah sanggup memproduksi beras 12 ton perhari, dengan kapasitas besar tersebut dirinya yakin industri Beras Telang Rejo( Bejo ) dapat berkembang di kabupaten Banyuasin.

"Pak Bupati kami yakin dengan Bejo ini dapat terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Kabupaten Banyuasin sebagai industri pokok khas Kabupaten Banyuasin," kata dia.

Kalau kita kalkulasi  yang ditanam hari ini oleh pak Bupati seluas 1200 hektare, sedangkan untuk padi yang sudah ditamam seluas 1800 hektare itu hanya untuk Di Desa Telang Rejo saja dan masih dalam tahap tanam perdana.

"Kalau kita bandingkan dengan mesin idustri kita ini seluruh pertanin se Kecamatan Muara Telang, Mesin Bioindustri padi yang mampuh memproduksi 12 ton perhari sanggup menampung dan memproduksi hasil pertanian sekecamatan baik itu tanam perdana maupun tanam ip 200." imbuh dia.

Oleh sebab itu sambung Hendrik dirinya selalu berharap kepada pemerintah Kabupaten Banyuasin agar selalu memberisuport dan mendukung peningkatan pertanian di Kecamatan Muar Telang.

"Kami akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik demi lestarinya beras Bejo, namun kami tidak akan mampu berbuat semaksimal mungkin tanpa bantuan dan dukungan dari pemerintah kabupaten Banyuasin." pungkas dia. (Adam)

Post a Comment