KAYUAGUNG,  KabaRakyatsumsel.com-Benda-benda peninggalan bersejarah kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kali ini, tujuh orang warga Kelurahan Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI, menemukan dan mengevakuasi perahu tua yang diduga berumur lebih dari ratusan tahun dari salah satu anak Sungai Komering di desa setempat, Jumat (19/10).

Darmawan, salah seorang penemu Perahu Lesung mengatakan, sebelum dilakukan pencarian dan pengangkatan perahu tersebut, dia dan rekan-rekannya mendengar kabar mengenai adanya perahu tua di dasar sungai. Untuk membuktikan kebenarannya, akhirnya Darmawan dan enam rekannya melakukan penelusuran dan pencarian barang dimaksud.

“Sebelumnya memang ada cerita-cerita juga tentang perahu ini, seperti perahu ini diperkirakan berasal dari zaman kesultanan. Karena tidak ditemukan paku pada perahu, dan sepertinya perahu ini terbuat dari batang sagu,” ujarnya.

Menurut Darmawan, pencarian perahu ini telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan terakhir. Setelah titik keberadaan perahu ditemukan, barulah dia dan rekan-rekan mengupayakan berbagai cara untuk mengangkat perahu ke permukaan.

“Untuk mengangkatnya ke permukaan, kita membutuhkan waktu selama tiga hari. Kendalanya karena perahu berada di kedalaman tujuh meter, dan perahu juga sudah tertimbun tanah dan pasir,” bebernya.

Saat ditemukan, lanjut Darmawan, perahu masih dalam kondisi bagus dengan terikat tali yang terbuat dari serabut pohon Enau. “Penemuan ini sudah kita laporkan ke pemerintah, dan dalam waktu dekat katanya akan diperiksa (diteliti),” tandasnya.

Masih kata Darmawan, jika memang benda yang ditemukan bersama rekan-rekannya tersebut benar benda bersejarah, maka pihaknya bersedia menyerahkan kepada pihak terkait. Namun demikian, pihaknya meminta adanya pengganti biaya operasional pencarian dan pengangkatan perahu. “Kita ini orang tujuh, setidaknya ada dana penghargaan sesuai dengan keadaan dan upaya yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI, Nila mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan informasi-informasi terkait perahu yang ditemukan warga tersebut. “Akan kita lihat, kalau memang betul (perahu bersejarah) nanti akan kita teliti. Kalau sekarang ini kan baru dugaan (perahu bersejarah),” ucapnya.

Meski demikian, diakui Nila, pihaknya terkendala untuk segera melakukan penelitian perahu tersebut. Sebab, hingga saat ini Disbudpar OKI belum memiliki peneliti atau pengkaji benda-benda kuno dan bersejarah. “Kita tidak ada tim ahli, biasanya yang tahu itu tim arkeologi. Tapi biasanya kalau ada (penemuan) yang seperti ini kita laporkan ke Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, karena kita masih masuk dalam wilayah mereka,” tutupnya(. San)

Post a Comment