KAYUAGUNG, KabaRakyatsumsel.com - Sebanyak 1.500 jamaah haji cilik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak (TK) Kecamatan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengikuti manasik haji yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Perahu Kajang, Selasa (2/10).

Para jamaah haji cilik tadi, berduyun dengan didampingi orang tuanya yang kuga mengenakan pakaian serba putih-putih. Jaah kecil diikuti orang dewasa tadi sambil mengumandangkan kalimat “Labbaikallahumma Labbaik, Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik, Innalhamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk, Laa Syarikalak”.

Jamah kecil tadi, secara khidmat mengikuti tatanan menunaikan ibadah haji, mulai dari wukuf, lempar jumrah dan syarat haji lainnya, terkecuali potong rambut yang tak dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, H Masherdata Musa’i SH MSi mengatakan, kegiatan ini sudah berlangsung lama dan ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi anak usia dini. Dengan mengenal sejak awal, nantinya dalam diri anak-anak sudah memiliki keinginan untuk naik haji.

“Kami Pemerintah Kabupaten OKI sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini yang diharapkan nanti dapat memberikan manfaat bagi anak-anak kita ini di masa depan,” ucap Masherdata.

Kepala TK Islam Terpadu (IT)  Al-Azhar OKI, M Saleh menambahkan, ini merupakan kegiatan yang ke 13 kalinya semenjak di gelar pada tahun 2005 lalu dan tahun ini pesertanya terbanyak.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang rutin setiap tahun. Tapi berbeda dengan sebelumnya, peserta yang mengikuti kegiatan manasik haji tahun ini pesertanya lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Masih kata dia, untuk yang ikut manasik haji di GOR Perahu Kajang, setiap anak mendaftarkan diri dengan membayar uang sejumlah Rp 20 ribu.

“Dana ini diperuntukkan pembuatan sertifikat, konsumsi tanda pengenal, dan beberapa hal lainnya. Pokoknya pada kegiatan ini kita buat seolah-olah dalam ibadah haji yang sebenarnya,” tuturnya.

Sementara orang tua jamaah cilik dari TK PGRI Desa Talang Jaya Kecamatan Sungai Menang OKI, M Yusuf Dzaky, Anna Puspitasari menyambut baik dan mengenai biaya iuran tidak menjadi persoalan karena ini kegiatan positif, siapa tahu anak dan keluarganya bisa benar menginjakan kaki dan berdoa di tanah suci, Mekah. "Kegiatan ini harus ditingkatkan," singkatnya (Sanfriawan)

Post a Comment