BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com-- Ternyata ada alasan istimewa yang membuat Reza Yudistiara, SKM  dengan santainya melepaskan tanggung jawab selaku  tenaga honorer yang bertugas sebagai Pranata Komputer di Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam setda Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Hal tersebut dikemukan Darsan selaku Ketua GP-MBM (Gabungan Pemuda Masyarakat Banyuasin Menggugat) dihadapan sejumlah wartawan di pusat kuliner Pangkalan Balai. 

Menurut Darsan dalam investigasi yang di lakukan dia menemukan bukti bahwa, Reza Yudistiara tidak menjalankan tugas dan kewajibannya dengan benar karena bolos hampir tiga bulan terakhir dan tentunya menerima gaji buta meskipun tidak pernah datang ke kantor.

"Namun anehnya absensi manual yang harus ditandatangani dan dilaporkan ke kabag setiap hari itu memperlihatkan kehadiran yang bersangkutan secara rutin, tapi jika kita teliti dari tanda tangan yang dibubuhkan pada absensi tersebut selalu berbeda," ujar dia.

Belakangan terungkap ternyata Reza Yudistiara adalah anak kandung dari Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Fajar, SE yang tak lain adalah pimpinan dari honorer pria muda tersebut.

"Temuan GP-MBM ini akan menjadi agenda untuk di usut dan membukanya ke publik, Banyuasin Bangkit harus didukung dengan kinerja yang baik guna mewujukan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin", terangnya.

Selanjutnya GP-MBM melakukan konfirmasi ke ruangan Kerja Kabag Perekonomian dan SDA di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten, tentu saja hal ini membuat sejumlah pegawai dan honorer panik dan ketakutan.

"Fakta mengagetkan ketika di ruangan sang Kabag ternyata tidak berada di tempat. Untuk memperjelas persoalan ini akhirnya GP-MBM menemui langsung atasan yang bersangkutan yaitu Asisten II Pemkab Banyuasin Ir. Kosarudin, MM di ruangannya," ujar dia.

Dalam pertemuan itu lanjut dia, Asisten II meminta data dan nama, Beliau berjanji akan segera melakukan cek dan ricek ke kabag Perekonomian dan SDA dan akan segera mengklarifikasi hal tersebut.

Selanjutnya Darsan meminta kepada Kabag Perekonomian dan SDA Setda Pemkab Banyuasin untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya, hal ini sebagai bentuk rasa malu serta pertanggungjawabannya sebagai ASN dan tentunya sebagai permintaan maaf kepada masyarakat Banyuasin.

"Kami meminta kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk segera mengambil tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku", tegasnya. (Adam).

Post a Comment