Kayuagung,OKI -- Pemilik usaha tambang pasir di wilayah pinggiran Jalan Raya Kayuagung-SP Padang bergotong royong menampal lobang dengan pecahan beton. Lantaran, warga hentikan kendaraan truk pasir, Minggu (30/9/2018).

Pantauan wartawan, aksi warga desa yang menghentikan kendaraan truk angkutan pasir, karena mengganggu lalulintas. Selain itu, merusak badan jalan yang baru setahun dilakukan perbaikan oleh pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Jalan-jalan berlobang dan berdebu.

Sebab itu, warga meminta pemilik tambang pasir agar menghentikan pekerjaan tambangnya dan  angkutan pasir, sebelum jalan diperbaiki. "Kerusakan jalan semakin parah semenjak menjamur tambang pasir," kata warga yang meminta Pemerintah Daerah jangan tinggal diam.

Masih kata warga, dampak dari pasir ini juga menimbulkan debu-debu bertebaran sepanjang jalan. Debu pasir ini juga masuk ke rumah. Karena di badan jalan aspal ditebari pasir. Walaupun dilakukan penyiraman percuma saja kalau tidak pasir di jalan diskrap hingga bersih.

"Saya harap pemilik tambang agar memperhatikan dampak lingkungan dan pemerintah harus memberikan tindakan tegas terhadap penambang pasir ilegal," tegas warga sebelum mereka melakukan tindakan keras terhadap penambang pasir maupun pengepul pasir dalam hal ini perusahaan besar yang selalu menjual nama pemerintahan.

Salah satu perwakilan pemilik tambang, Janggak mengatakan, pihaknya menuruti permintaan warga dengan cara melakukan penutupan jalan berlobang dengan bebatuan pecah alah kadarnya sesuai dengan kemampuan. Karena kalau untuk seperti jalan cor rasanya pemilik tambang pasir tak mampu memperbaikinya.

"Pihaknya sudah melakukan penyiraman disepanjang jalan yang dilalui kendaraan pasir. Dan juga penutupan lobang dengan batu dan pasir," ujar Janggak apa yang dilakukan ini atas permintaan banyak warga.

Terpisah, demikian warga di Kelurahan Kuta Raya dan Kelurahan Kedaton Kecamatan Kayuagung OKI, juga akan melakukan aksi demo di kantor PT Waskita Karya yang berada di Wilayah Kecamatan Kayuagung, karena warga menuntut perbaikan jalan. Mengingat batas waktu pembangunan jalan tol Pematang Panggang Kayuagung (PPKA) akan segera berakhir.

"Kami warga Kuta Raya dan sekitar akan meminta penjelasan yang pasti terkait perbaikan jalan, karena cukup sudah penderitaan pengendara selama ini," tandas Aliaman SH sebagai koordinator aksi, Senin (1/10/2018). (Sanfriawan)

Post a Comment