KAYUAGUNG, KabaRakyatsumsel.com– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyatakan, sebagai orang nomor satu di provinsi tentu akan terbuka dalam tugas dan siapapun berhak untuk menemui gubernur.

“Tak ada yang berhak menghalangi untuk bertemu gubernur, hanya waktunya nanti mungkin menunggu. Karena bisa saat bersamaan sedang bertemu dengan tamu lain,” tegasnya, saat ramah tamah dengan camat, kades dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Kayuagung, Kamis (11/10).

Deru menjelaskan, bertekad untuk merubah paradigma seperti gubernur sebagai makhluk yang seolah tidak tersentuh. “Saya sendiri bertekad, sekarang kita ubah. Sekarang saya akan membuka diri, tidak ada pembatas diantara kita. Tidak ada pembatas antara gubernur dengan Bupati, gubernur dengan pejabat daerah,”  jelasnya.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu mengungkapkan, keterbukaan itu dilaksanakan, karena informasi yang paling akurat adalah informasi dari bapak-ibu (pemimpin wilayah). “Karena sesungguhnya bapak ibu sekalian paling tahu kondisi wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Selain untuk menghadiri acara paripurna istimewa HUT Kabupaten OKI, Herman Deru sengaja meminta waktu kepada Bupati OKI untuk bertemu tokoh dan kades se-kabupaten OKI.

“Bertemu di sini karena ingin mengajak masyarakat semua untuk mempertahankan silaturahmi. Jalinan komunikasi yang baik dapat menyelesaikan banyak masalah, oleh karena itu, ada masalah kita duduk bersama,” tukasnya.

Tak lupa, Herman Deru juga mengajak warga untuk bersama-sama dan bersatu membangun Sumsel, dengan menanggalkan perbedaan satu sama lain baik itu dalam hal apapun. KarenaSumsel ini adalah milik bersama, dan Sumsel untuk semua. “Kita bertekad untuk bersatu, satu tujuan, Sumsel yang lebih maju mengharapkan pemerataan yang berkeadilan,” tandasnya. (Sanfriawan)

Post a Comment