KAYUAGUNG, Akibat permasalahan sepele membuat dua orang buruh PT Dinamika Graha Sarana (DGS), Heri (32) dan Pebri Lavender (26), terlibat cek-cok mulut hingga terjadi aksi penikaman yang membuat salah seorang buruh tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Korbannya adalah Heri, warga Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang tewas setelah mengalami luka tusuk di bagian dada kiri sebanyak 1 liang. Sementara pelaku usai kejadian, langsung diserahkan warga ke pihak berwajib.

Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat di Kecamatan Tulung Selapan ini terjadi pada Jumat (12/10) sekira pukul 11.30 WIB, bertempat di areal operasional PT DGS di Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan. Bermula ketika korban, pelaku dan dua buruh PT DGS lainnya tergabung dalam satu tim pemadam kebakaran lahan yang sedang bekerja di areal kebun untuk berjaga-jaga.

Korban saat itu mengajak pelaku untuk memindahkan selang ke tempat yang lebih dekat. Korban ingin pemindahan dilakukan dengan mengangkat seluruh selang secara bersamaan, sementara pelaku hanya ingin memindahkan selang tersebut ala kadarnya. Hal inilah yang membuat korban menegur pelaku, dan akhirnya terjadi cekcok mulut sehingga berakhir dengan penusukan oleh pelaku dengan senjata tajam yang tepat di bagian dada kiri.

Mendapat serangan mendadak membuat korban tidak bisa mengelak, dan seketika tersungkur bersimbah darah sehingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian. Sementara pelaku usai menusuk korban, langsung kabur dengan sebilah sajam yang masih dipegangnya. Aksi pembunuhan ini dalam sekejap membuat heboh masyarakat sekitar. Bahkan Kades Penyandingan, Juhaini yang mendengar informasi dua warganya terlihat pertikaian pun, akhirnya datang ke TKP. Emosi pihak kedua keluarga yang bertikaipun langsung diredam oleh perangkat desa setempat, bersama pihak kepolisian.

“Antara korban dan pelaku ini merupakan satu regu dalam pemadaman api dibawah naungan PT DGS. Mereka semua berempat, tapi kejadiannya begitu cepat sehingga dua rekan lainnya tidak sempat melerai antara pelaku dan korban,” ujar Kades Penyandingan, Juhaini kepada palpres.com saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Menurut Kades, nyawa korban tidak terselamatkan walaupun sempat dilarikan ke puskesmas setempat. “Dua rekan korban juga tidak menyangka akan berujung seperti itu. Tapi kita berharap pihak keluarga korban untuk tetap menahan emosi, dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak berwajib,” pungkasnya.

Kapolsek Tulung Selapan, AKP Fery Ferdiyanto SIk hingga berita ini diturunkan, belum bisa dikonfirmasi. Namun anggota DPRD OKI asal Tulung Selapan, H Subhan Ismail, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Ya, benar ada kejadian itu, karena kebetulan saya sedang berada di Tulung Selapan sekarang,” singkatnya. ( Sanfriawan)

Post a Comment