MUARA ENIM,KabaRakyatsumsel.com-Meski masih ada warga yang keberatan Perusahaan besar tambang batubara yakni PT Bukit Asam (Persero) Tbk tetap mulai melakukan penggarapan lahan di Bedeng Obak, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim pada Jum’at (14/9).
Dari informasi yang didapat penggarapan lahan tersebut sudah dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, karena masih ada halangan dari warga setempat yang sangat keberatan lahan tersebut digarap PT Bukit Asam yang memang lahan milik PT BA.
Salah seorang warga, Alan yang berada dilokasi waktu sedang terjadi penggarapan lahan menuturkan, kalau lahan tersebut diklaim oleh warga yang diduga belum diganti rugi oleh PT Bukit Asam. Maka itu, warga menghalangi penggarapan tersebut.
“Dulunya memang sudah ada rencana mau diganti rugi oleh PT Bukit Asam, tapi terlalu murah, warga tidak mau karena di lahan tersebut sudah ada usaha tanaman dan kolam ikan warga. Ganti rugi yang ditawarkan pihak PT Bukit Asam terlalu murah. Jadi ada warga yang menolak,” ungkap Alan.
“Saat ini sedang berlangsung penggarapan lahan dengan menggunakan alat berat oleh PT Bukit Asam. Dan, warga siap terkubur didalam kolam kalau pihak PT Bukit Asam tetap melakukan penggarapan,” Imbuhnya.
Sementara itu, pihak PT Bukit Asam yang dikonfirmasi melalui Manajemen Humasnya Afensi membantah kalau pihak PT Bukit Asam sudah mengeksekusi lahan warga. Karena lahan yang digarap tersebut memang lahan milik PT Bukit Asam, warga dulunya hanya menumpang untuk membuat usaha, karena memang belum digunakan maka pihak PT Bukit Asam mengizinkan. Dengan catatan bila sewaktu akan digunakan oleh PT Bukit Asam warga harus angkat kaki tanpa tuntutan. Sekarang PTBA mau manfaatkan lahan tersebut.
“Lahan itu adalah lahan bebas PT Bukit Asam yg berada di bedeng obak dan lahan ini akan dimanfaatkan oleh PT Bukit Asam sesuai dgn rencana, sedangkan ada beberapa masyarakat yg numpang buat kolam dilahan PT BA dan dengan sangat bijaksana PT BA, mereka yang menumpang masih diberi uang tali asih. Dan ada 7 orang yang sudah setuju menerima uang tali asih dari PT BA, karena mereka menyadari lahan ini akan dipergunakan PTBA sesuai kepemilikannya.
Namun, kata dia, hanya ada satu orang yg tidak mau menerima pemberian uang tali asih dari PTBA dengan alasan minta uang tali asih yg sangat tinggi. Sebenarnya kalau pihak PT Bukit Asam mau, pihak PTBA bisa mengajukan tuntutan atas hambatan tersebut, tapi PTBA masih sangat bijaksana, walaupun lahan tersebut jelas milik PT Bukit Asam tapi PTBA masih memberikan bantuan.
Lanjutnya lagi, bahkan pembuatan kolam itu yang memberi modal dari PTBA, jadi PTBA sangat bijaksana dengan masyarakat.”Tapi ya, ada saja satu orang yang ingin meminta lebih dan mohon maaf, karena PTBA ini ada aturannya dalam mengeluarkan uang negara,” jelasnya.(ist)

Post a Comment