PALEMBANG, KabaRakyatsumsel.com-Mantan penjabat Walikota Prabumulih H Richard Chahyadi menyatakan dirinya saat menjabat, diwarisi hutang sebesar Rp 48 Miliar.

Hal ini menjawab pernyataan Walikota Prabumulih saat apel Senin pagi (24/9) yang menyatakan bahwa dirinya menghabiskan uang APBD Prabumulih TA 2018.

"Itu fitnah dan saya tak pernah melakukan itu. Bahkan saya diwarisi hutang sebesar Rp 48 Miliar," jelasnya saat dikonfirmasi via phone, Rabu (26/9). Ia menyayangkan pernyataan ini dan perlu masyarakat Prabumulih tahu. 

Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Sumsel ini mengungkapkan selama hampir 8 bulan menjabat mulai sebagai Penjabat Sementara hingga Pejabat Walikota Prabumulih dirinya tak pernah habiskan uang APBD Prabumulih.

Ia pun mengaku memutar otak agar roda administrasi keuangan Pemkot Prabumulih berjalan baik. "Bahkan kita termasuk saya, meminta pejabat dan staf agar dapat menggunakan anggaran sehemat mungkin," lanjutnya.

Langkah besar yang dilakukannya adalah memberikan Tunjangan Kinerja Daerah kepada hampir 4000-an PNS Pemkot Prabumulih. "Alhamdulillah kita dapat berikan tunjangan kinerja demi menciptakan PNS yang profesional," tambahnya lagi.

Disamping itu, ia juga berhasil mendapatkan Normalisasi Sungai Kelekar langsung dari Menteri Pekerjaan Umum Penataan Ruang Basuki Hadimoeljono. "Disamping itu, tahun ini Pemkot Prabumulih membuka pendaftaran CPNS Daerah yang selama tahun belakangan tak pernah dilakukan," paparnya.

Ditanya mengenai kenaikan honor insentif bagi ketua RT dan Ketua RW, dirinya memang tak mengingkari janji. "Tapi saat akhir masa jabatan saya, kita tak dilibatkan lagi pembahasannya dalam penyusunan APBD-Perubahan tahun anggaran 2018 di DPRD Prabumulih," tandasnya. Richard berharap honor insentif bagi ketua RT/RW dapat diberikan agar lebih meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap masyarakat. Karena menurut dia, Ketua RT/RW adalah ujung tombak pemerintahan.(bmg)

Post a Comment