Muara Enim,  KabaRakyatsumsel.com-- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) gelar pertemuan sekaligus jalin sillaturahmi dan pembinaan antar lintas agama, Selasa (25/09/2018) di Ballroom Hotel Griya Serasan Sekundang Muaraenim.

Diketahui, Kabupaten Muaraenim masih menjadi kategori daerah yang terbebas dari konflik agama. Kondisi ini merupakan gambaran kebebasan beribadah dan memeluk agama dalam strata sosial masyarakat di Bumi Serasan Sekundang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Muaraenim Ir H Ahmad Yani. Menurutnya perbedaan agama yang dianut masyarakat tak lantas membuat perpecahan, Justru kebergaman tersebut merupakan gambaran toleransi yang kuat antar sesama pemeluk agama di wilayahnya. 

Tak hanya itu, Yani juga mengatakan di Muaraenim tidak pernah terjadi konflik atau kekerasan yang diakibatkan latarbelakang perbedaan agama. Ia menuturkan, masyakarat Kabupaten Muaraenim sudah terbiasa berinyeraksi satu sama lain tanpa memandang status agama. Pola Fikir tersebutlah yang mampu menegakkan tatanan bertoleransi sehingga mampu terhidar dari konflik perbedaan kepercayaan.

Untuk itu dirinya berharap agar Kerukunan antar Umat beragama di Muaraenim harus tetap terjaga. Hindari hasutan yang dapat menyebabkan perpecahan sehingga terjadi konflik antar golongan. Oleh karena itu saling menghormati antar pemeluk agama lain merupakan faktor utama tercapainya kerukunan antar sesama.

Nampak Hadir dalam acara ini selain Wakil Bupati Muaraenim H Juarsah juga hadir sejumlah tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha yang ada di Kabupaten Muaraenim serta kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Andi Wijaya juga turut hadir dalam pertemuan ini. (DN)

Post a Comment