BANYUASIN,KabaRakyatsumsel.com – Saat musim kemarau yang panas seperti sekarang ini, daya tahan tubuh cenderung menurun. Selain itu, udara kering, debu, sumber air berkurang dan banyak lalat, sehingga membuat orang mudah terserang penyakit. Di musim kemarau diare lebih banyak menyerang.

Tak hanya pancaroba, musim kemarau yang panjang juga bisa menurunkan daya tahan tubuh, ditambah lagi dengan berkurangnya sumber air bersih dan udara yang kering membuat lingkungan menjadi semakin tidak sehat.

Diare lebih tinggi di musim kemarau karena konsentrasi kuman di air minum lebih banyak. Misalnya sungai, dalam kondisi di musim hujan airnya banyak mengalir, kalau musim kemarau airnya mengalir lebih lambat, konsentrasi kuman makin banyak.

Kadinkes Banyuasin dr. Mas Hakim, M.Kes melalui Kadiskominfo Banyuasin Erwin Ibrahim, ST, MM,. M.BA menjelaskan bahwa, sumber mata air untuk minum orang Indonesia kebanyakan adalah sungai. Dengan konsentrasi kuman yang meningkat, artinya paparan kuman pun semakin banyak. Selain itu, Perusahaan Air Minum(PAM) juga butuh terusi (soda api) dan kaporit lebih sedikit di musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau yang lebih keruh.

“Jadi memang kenyataannya di musim kemarau diare menjadi lebih banyak, Jika mengalami diare, maka yang harus dicegah adalah kekurangan cairan dan elektrolit. Kekurangan cairan dan elektrolit,  jika tidak terdeteksi dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi yang lanjut seperti gangguan fungsi ginjal sampai menyebabkan kematian,”ungkapnya.

“Cairan yang mengandung elektrolit seperti oralit sebaiknya segera harus diberikan dan disesuaikan dengan jumlah atau banyaknya feses cair yang dikeluarkan. Jika kondisi dehidrasi cukup berat atau pasien tidak bisa mengkonsumsi minuman akibat mual dan muntahnya, maka pasien perlu perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi,”terangnya.

“Yang paling penting untuk mencegah agar tidak terserang diare, kita harus menjaga lingkungan dan kebersihan. Untuk menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun dan minum air yang dimasak,”jelasnya. (Adam)

Post a Comment