PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com-  Sepertinya Polres Prabumulih Kembali lagi di uji oleh bandit pecah kacah,  kejadian ini baru Minggu kemarin terjadi di rumah makan Lombok Ijo, jalan Sudirman, kini kembali lagi beraksi di jalan Sudirman, tepatnya didepan parkiran PT . Thamrin Brothers, depan Cafe Bang Ali, Rabu (15/8/2018).

Informasi yang dihimpun  dilapangan, korban bernama Zahri Tanio, mengunakan kendaraan mobil Fortuner  BG 999 DV, warga dusun Baru kecamatan Lubay, kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.

Menurut saksi mata, Monica Sari, salah satu karyawan Yamaha Thamrin Brothers prabumulih, kejadian sangat begitu cepat, dan tidak ada yang mendengar dan melihat secara pasti kejadian tersebut, akuinya.

Menurut Sari, Zahri Tanio adalah salah satu nasabahnya  yang selalu aktif membayar angsuran kredit motor.

"Setelah selesai bayar angsuran bapak Zahri langsung pulang, arah patung kuda, tutur Sari.

Namun tak lama berselang, Zahri kembali lagi, dan menceritakan bahwa mobilnya telah dipecah kaca.  Dan ia mengaku mengalami kerugian 450 juta,
Karena pagi dia telah mencairkan uang di bank  yang ada diprabumulih. Setelah itu ia baru membayar angsuran motor di Thamrin Brothers, jam satu kurang datang, dan keluarnya pukul 13.15 WIB.  Bebernya.

Tak jauh beda dengan paparan yuni, salah satu karyawan Thamrin Brothers, " Iya mas, mobil itu parkir disini ( thamrin Brothers-red) tapi agak jauh hampir mendekati jalan raya, dan posisi kacah yang dipecah itu arah jalan, sehingga kami  tidak mendengar adanya suara dan  di cctv para pelakunya tidak nampak",  jelas Yuni.

" Kebenaran pas kejadian, kami lagi istirahat makan siang, selain sepi, kami juga tidak mendengar ada suara pecahan kaca", tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk melalui kasat Reskrim Prabumulih, AKP Eryadi Yuswanto SH MH saat dibincangi ditempat kejadian, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Korban  akui mengalami kerugian  Rp 4.50.000.000 juta," jelasnya.

Lanjutnya,  untuk saat ini korban sudah kita mintai keterangan, dan sekarang ini posisinya masih kita selidiki lebih lanjud. Dan doakan saja semoga pelaku yang selalu bikin resah masyarakat bisa ditangkap," tutupnya.

Hardoko Susanto

Post a Comment