Kayuagung OKI,  - Setelah berkomitmen untuk memberantas dan menekan angka kasus stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang melibatkan seluruh OPD. Kini giliran masalah measles (campak) dan rubella yang akan dilakukan pencegahan dengan cara keroyokan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI, H M Lubis SKm M.Kes, mengungkapkan, untuk mencegah wabah penyakit ini di Kabupaten OKI memang dibutuhkan dukungan lintas sektoral dalam rangka kampanye imunisasi measles( campak) rubella.

“Imunisasi merupakan interaksi kesehatan masa depan untuk mencegah penyakit,” katanya pada sosialisasi advokasi dan koordinasi kesiapan kampanye imuniasi measles rubella 2018, Rabu (25/07/2018).

Imunisasi, menurut Lubis, merupakan upaya pencegahan yang lebih murah jika dibandingkan setelah terjangkit.

“Campak dan rubella penyakit yang mudah menular dengan gejala demam tinggi, bercak kemerahan di kulit disertai batuk. Ini akan sangat berbahaya jika disertai komplikasi yang dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.

Masih kata Lubis, dengan imunisasi wabah dari virus campak dan rubella ini dapat dicegah sejak dini, ditambah sosialisasi dari berbagai lini guna mencegah wabah ini juga dapat mencegah penyebaran. Jika kesadaran kitaö rendah, hal ini bisa menjadi wabah, tapi jika telah diimunisasi akan lebih kebal.

“Ini adalah komitmen kami, komitmen Pemkab OKI untuk mencegah wabah virus campak dan rubella,” tegasnya.

Untuk sasaran, lanjutnya, yang menjadi target adalah anak-anak sejak usia sembilan bulan hingga usia 15 tahun, dengan target di atas 95 persen.

“Dengan total jumlah sasaran sebanyak 226.694 anak. Yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan September mendatang,” jelasnya. “Semua anak akan diberikan vaksinasi, tanpa terkecuali. Meskipun sebelumnya dia telah mendapatkan vaksin,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati OKI, H Iskandar SE melalui Asisten Sekretariat Daerah (Setda) OKI, H Antonius Leonardo MSi mengungkapkan, kesehatan merupakan sektor yang sangat mendukung untuk sektor lain. Pasalnya, kesehatan ini dapat mempengaruhi sektor lain, salah satunya prestasi.

“Faktor kesehatan ini jg dapat mempengaruhi prestasi, salah satu contoh, saat ini kesehatan menjadi salah satu faktor penentu pendidikan anak. Untuk ikut Akpol, Akmil dan beberapa bidang lainnya anak-anak kerap gugur dalam tes kesehatan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar berbagai pihak dapat berpartisipasi sehingga tidak ada satupun anak yang tidak menerima imunisasi.

“Kalau anak-anak baik, sehat, negara juga akan lebih baik. Wilayah OKI ini sangatlah luas, sehingga dibutuhkan partisipasi dari lintas sektoral ini. Selain itu, semuanya harus fokus agar tujuan mencegah measles dan rubella ini dapat tercapai dan terlaksana dengan baik,” pungkasnya..( Sanfriawan)

Post a Comment