BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- KPU Banyuasin melakukan rapat pleno terbuka perhitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel serta Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin yang bertempat di Aula Kantor KPU Banyuasin, Rabu (4/7) Pukul 10.00 WIB.

Rapat dipimpin Ketua KPU Kabupaten Banyuasin Dahri, M.PdI didampingi Komisioner KPU Bidang SDM dan Sosialisasi Salinan, S.Sos, M.Si, Komisioner KPU Bidang Log dan Keuangan Agus Supriyanto, Komisioner KPU Bidang Hukum Maulidi, Komisioner KPU Bidang Teknis Ida Royani, S.Pd.  

Rapat dihadiri Ketua Panwaslu Banyuasin Iswadi.S.Pd Komisioner Panwaslu Bidang Hubungan Antar Lembaga Ibzani, S.Pd. MM, Komisioner Panwaslu Bidang Hukum Zulkifli, ST, Kaban Kesbangpol Banyuasin Drs. Indra Hadi. M.Si, Pengacara dari KPU Banyuasin Epriyadi. 

Juga hadir Kabaq Ops Polres Banyuasin Kompol M. P. Nasution. 
Pjs. Dandim 0430/Banyuasin Mayor Czi Agus Supriadi, Ketua PPK di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin dan para saksi dari Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

Ketua KPU Kabupaten Banyuasin, Dahri, M.PdI mengatakan, bahwa rapat pleno terbuka ini dilaksanakan untuk rekapitulasi hasil penghitungan suara pada Pilkada pemilihan Bupati Banyuasin serta Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel tahun 2018 yang baru saja digelar.

Hasil perolehan suara dirinci ulang atau direkapitulasi per kecamatan sebanyak 19 kecamatan, untuk kemudian didapatkan data perolehan suara secara pasti. Data baik daftar pemilih, jumlah pemilih hadir, suara sah dan suara tidak sah.

"Hari ini, kita akan membacakan berita acara hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan. Kita akan membacakan hasilnya meliputi daftar pemilih, pemilih hadir, suara sah dan suara tidak sah," ujar Dahri, Rabu (04/07) saat membuka rapat Pleno terbuka di Aula KPU Banyuasin.

Dahri mengatakan, rekapitulasi ini disaksikan oleh saksi dari masing-masing pasangan calon dari Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, Panwaslu Kabupaten Banyuasin, PPK, serta Forkompinda Kabupaten Banyuasin.

Dari pantauan media ini terlihat suasana perhitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel sempat tegang dimulai dari PPK Kecamatan Air Salek lantaran Form DA 1 KWK (rekapitulasi suara) tidak ada di kotak suara melainkan salah masuk di kotak suara untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin.

"Saya menilai kinerja PPK Air Salek tidak becus dan profesional. Bukan itu saja penjumlahan perolehan suara Pilgub tidak disaksikan saksi dan Panwaslu dan Form DA 1 KWK yang dibagikan tidak ada stempel,"ujar Sukardi saksi Paslon Nomor 4 Dodi-Giri 

Selain itu, Sukardi juga mempersoalkan D KWK halaman 1 dan 2 (salinan daftar pemilih) di TPS yang tidak disediakan seperti di Kecamatan Banyuasin I.  

Menurut dia seharusnya disediakan KPU sehingga bisa mengecek satu persatu nama-nama yang mengunakan hak pilihnya. "Semua biaya logistik sudah ada di KPU kenapa masih ada yang kurang. 

Menanggapi hal itu, anggota KPU Kabupaten Banyuasin Agus Suprianto mengatakan pada saat pengiriman ke PPK semua logistik lengkap dalam satu paket, walaupun ada kekurangan sebelum dilakukan pemugutan suara sudah diatasi. 

Menurut Agus, persoalan itu bukan yang tidak begitu signifikan. Sebagai manusia dirinya tak luput dari kekurangan dan kesalahan, jadi harap dimaklumi.

"Seandainya ada D KWK dan DA 1 KWK yang kurang seharusnya PPK memperbanyak karena sudah disediakan soft copy dan hard copy. Saya juga heran kenapa logistik sampai kurang usai Pemilukada,"katanya. 

Sementara itu pantauan dilapangan selama proses rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilgub-wagub dibawah pengamanan ketat dari aparat kemananan baik Polri maupun TNI.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Banyuasin menyiagakan satu unit mobil watter canon disekitar gedung KPU Banyuasin. Hingga selesai kegiatan rapat pleno semua berjalan aman terkendali (Adam)

Post a Comment