Kayuagung, KabaRakyatsumsel.com  - Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Iskandar SE kembali mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar, Selasa (24/7/2018).
Tak hanya itu, orang nomor satu di Bumi Bende Seguguk ini juga mewarning oknum yang dengan sengaja membakar lahan hingga menyebabkan puluhan bahkan ratusan hektar lahan terbakar.

Untuk mengantisipasi hal ini tidak terjadi lagi, bupati juga mengimbau agar para kepala desa ataupun lurah serta camat dapat memberikan arahan kepada warga untuk menjaga lingkungan.
“Kini sudah memasuki musim panas, saya mengimbau kepada seluruhnya untuk menjaga desa dan wilayah masing-masing. Ini salah satu bentuk tanggungjawab kita terhadap lingkungan, jadi jangan dirusak,” ungkap Iskandar.

Pekan lalu, lanjutnya, dirinya bertemu dengan Kapolda Sumsel saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Kayulabu. “Saya katakan sama Kapolda, kalau terdapat bisa tembak di tempat. Jangan ini menjadikan keresahan, karena ini bukan masyarakat kita saja yang merasakan, tapi juga tetangga kita. Apalagi, (Indonesia) akan menjadi tuan rumah Asian Games. Jangan jadikan OKI dikenal dengan memproduksi asal,” tukas Iskandar.

Tak hanya itu, Iskandar juga menegaskan agar perusahaan juga turut serta menjaga lahan-lahan yang ada disekitar. “Oleh karena itu, saya berharap betul ini dapat disosialisasikan dan dapat diindahkan, sehingga lingkungan dapat terjaga dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagai salah satu langkah yang diambil untuk mengantisipasi terjadinya karhutla seperti beberapa waktu lalu, Kepala Desa (Kades) Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur, Asmadi bersama jajarannya dan masyarakat memasang sebanyak 50 spanduk imbauan agar tidak lagi membakar hutan di wilayah desanya.

Adanya pemasangan spanduk ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mencegah agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. “Semuanya diajak untuk ikut menjaga hutan dan lahan. Kalau masih dilakukan, penindakan tegas dari aparat,” tuturnya.

Dijelaskannya, di desa tersebut terdapat 5 ribu hektar lahan mineral yang belum dikelola oleh masyarakat. Inilah yang harus dijaga oleh semua warga agar tidak terbakar seperti beberapa waktu lalu. ( Sanfriawan)

Post a Comment