PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com– Tim sukses (timses) pasangan calon tunggal di Pilkada Prabumulih, kembali membuat onar.

Kali ini, beberapa unit rombongan mobil Dinas Camat Selatan Fredi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di sekitar SPBU Simpang Relly Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur tiba-tiba dicegat dan dihadang sebuah mobil yang ditumpangi anggota DPRD Prabumulih berinisial DA dan disopiri oleh Wlz dan seorang lain yang tak diketahui, pada Senin Malam (26/6)

Dari informasi yang dihimpun dari saksi lapangan, DA turun dari mobilnya dan memaksa meminta agar pintu mobil Dinas Camat Prabumulih dibuka dan memaksa sang Camat agar menyerahkan Data Pemilih yang dimiliki Camat. Lalu, usai mendapatkan Data Pemilih, mereka lalu meninggalkan Fredi.

Tak lama, Fredi pun menghubungi Camat Prabumulih dan kolega Lurah lainnya. Mereka pun lantas mendatangi Fredi yang berada di depan SPBU Tugu Besar Prabumulih.

"Saya pun menjelaskan kejadian ini kepada teman-teman," terangnya.

Karena bertetangga denga Wlz, Camat Fredi pun menghubungi Wlz dan menanyakan keberadaan Wlz serta mengapa selaku tetangga sebelah rumah tak meminta baik-baik Data Pemilih," ungkap Sekcam Prabumulih Utara Ebiet Marhabibi, yang dihubungi Fredi untuk ke lokasi.

Ebiet pun mengatakan bahwa ia tahu bahwa Fredi menelpon Wlz. " Kalu nak ambek lagi data pemilih ini ke kuburan Sukaraja," ujarnya menirukan ucapan Wlz kepada Fredu di ponsel.


Mereka pun lantas mengejar Mobil yang dikendarai Wlz seperti yang disampaikanya via ponsel.

Namun, begitu melintasi jalan Bukit Lebar dekat RM Rayga, mereka melihat kendaraan yang dibawa Wlz sebuah Mistsubishi Triton berpapasan. Lantas, mereka memutar arah untuk menyusul rombongan. Namun belum sempat mengejar, mobil rombongan ini dicegat sebuah mobil Suzuki Carry.

Adalah Mul sang sopir, keluar langsung marah-marah kepada rombongan ini.
 Tak jelas apa yang diucapkanya, namun  karena suara ribut, masyarakat sekitar terbangun dan mendatangi rombongan ini.

Sempat terjadi adu mulut, namun Tim Tantura Polres dan POM Prabumulih yang mengiringi rombongan Camat ini, melerainya.

Masyarakat sekitar pun dan Relawan Kolom Kosong yang kemudian hadir di lokasi, sempat naik emosinya,  namun dilerai aparat, bahkan Kapolres AKBP Tito T Hutauruk datang ke lokasi.

Akhirnya tercapai kesepakatan, agar mobil yang dikendarai Mul dan empat orang penumpang lainnya agar dibawa Mapolres Prabumulih. Empang penumpang lainya diketahui berinisial Suf, Ketua Partai Solidaritas Indonesia Prabumulih, kemudian AK warga Muara Dua, lantas Ag dan R.

Ternyata begitu sampai di Mapolres, aparat yang mengamankan kelima orang ini menemukan senjata jenis FN dan dugaan plastik sisa paket sabu yang sudah dipakai.

Aparat pun mengamankan kelima orang ini di Mapolres Prabumulih untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari pantauan, banyak hadir warga Prabumulih yang juga Relawan Kolom Kosong menyaksikan pemeriksaan ini.

Camat Fredi pun juga langsung melaporkan kejadian perampasan data ini ke SPK Polres Prabumulih.

Pj Wako Prabumulih H Richard Chahyadi pun meminta aparat untuk memproses kejadian ini dengan seterang-terangnya.

"Kita minta aparat untuk menangkap pelaku perampasan data pemilih ini," tegasnya di Mapolres Prabumulih.(bmg

Post a Comment