KAYUAGUNG, KabaRakyatsumsel.com Pasca kejadian peristiwa pembunuhan antara Warga Desa Mukti Sari (Bambu Kuning-red) dengan warga Desa Lubuk Makmur Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kini suasana perkampungan sudah kondusif dan aktifitas warga berjalan seperti biasanya, Rabu (2/5).
Pantauan dilokasi kejadian perusakan rumah yang disebabkan oleh keluarga korban yang meninggal tadi, rumah kayu beratapkan genteng, ambrok dan rata dengan tanah. Tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan. Garis polisi membentangi di depan halaman rumah UW alias Son (17). 

Sedangkan di rumah korban FA alias Golok (17) masih terpasang tenda dan berejer  kursi plastik terpasang, tanda berduka mendalam atas meninggalnya Golok karena di tusuk oleh tersangka Son yang kini sudah diamankan di Mapolres OKI.

Seperti penjelasan Kapolres OKI AKBP Ade Herianto SH MH melalui Kaposek Lempuing Jaya Iptu H Suti Yoso SH, kondisi kedua desa sudah kondusif. Untuk aktifitas mereka sudah berjalan seperti biasa. Hanya saja, ada tetangga rumah yang dirusak tersebut, pemilik rumahnya belum pulang. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 
"Alhamdulillah, setelah diamankan tersangka pembunuhan, pihak keluarga korban tidak melakukan tindakan perusakan lagi. Dan kini suasana di dua desa yang tak berjauhan sudah kondusif dan aktifitas warga sudah berjalan lancar," ujar Kapolsek Lempuing Jaya Iptu H Suti Yoso SH.

Disampaikan juga oleh warga sekitar, kejadian itu seketika dan massa tidak membabi buta ke warga lain. "Massa hanya mencari pelaku dan merusak rumah karena massa marah tidak bertemu dengan pelaku saat itu," ujar Ukik yang melihat kondisi rumah roboh.
Sementara di rumah duka, masih banyak keluarga dan kerabat korban yang berdatangan mengucapkan belasungkawa. Hadir juga Kades Sungai Belidah H Bakri, tampak memberikan pencerahan kepada keluarga korban, agar tidak ada lagi penyerangan susulan. Sebab tersangkanya sudah diamankan di Mapolres OKI.

"Tersangka sudah diamankan polisi, jadi tak perlu melakukan tindakan yang berutal, biar polisi yang memberikan hukuman yang setimpa," rutur Bakri seraya meminta warga yang akan melaksanakan hajatan diminta agar melaksanakan hiburan tidak boleh malam.
Sekedar mengingatkan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi Selasa (1/5/2018) antara FA (17) warga Dusun II Desa Lubuk Makmur yang keseharaiannya bekerja sebagai karyawan di Pom Bensin Lubuk Makmur dengan UW alias Son (17) warga Desa Muktisari (bambu kuning), ada perselisihan paham, sehingga terjadi keributan berbuntut penusukan.
Pada saat sebelum kejadian, pukul 19.00 di Desa Mukti Sari telah berlangsung acara hiburan orgen tunggal (OT) atas pernikahan salah seorang warga, saat itu situasi aman dan terkendali, baik korban maupun pelaku informasinya menyaksikan hiburan OT tersebut.
Namun pukul 04.50, antara korban dan pelaku bertemu, dan saat itu terjadi perselisihan paham antara korban dengan pelaku karena pelaku meminta uang dengan korban.
Pada saat itu,  korban memberi uang 100 ribu kepada pelaku, namun pelaku merasa kurang sehingga terjadilah cekcok mulut pada saat bersamaan secara tiba-tiba pelaku menusuk korban hingga mengenai uluhati dan korban  meninggal ditempat.
Lalu pukul 05.00, pihak keluarga membawa korban ke kelinik Suraya di Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya guna memastikan apakah korban sudah meninggal atau belum.
Namun setelah diperiksa petugas klinik dinyatakan sudah meninggal kemudian dibawa pulang ke rumah duka pkl 10. 00 korbang dimakamkan dipemakaman keluarga.
Ternyata kejadian tersebut membuat pihak keluarga korban menjadi berang dan marah, selanjutnya sekitar 100 orang warga yang terbilang masih kerabat korban mendatangi rumah pelaku dan mencari pelaku namun pelaku tidak ditemukan.

Karena kesal, akhirnya ratusan warga tersebut merobohkan rumah pelaku yang berbentuk panggung yang  terbuat dari kayu hingga rata dengan tanah. Usai merobohkan rumah pelaku, akhirnya warga membubarkan diri, sedangkan pelaku akhirnya menyerahkan diri kepihak kepolisian. (Sanfriawan)

Post a Comment