PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Prabumulih, Drs Mulyadi Musa Msi menuturkan pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang puluhan supir mobil Travel yang menuntut keberatan atas dikeluarkannya izin angkutan PO Damri oleh pihak Pemkot Prabumulih itu sembari ngopi bareng alias tidak berbelit-belit.

Mulyadi pun mengaku telah berkoordinasi terkait hal itu dengan para supir Travel kota nanas yang tergabung dalam Komunitas Komunitas Masyarakat Travel Kota Prabumulih (KMTKPB) yang diketuai oleh Achyar dengan koordinator lapangan (korlap), Rizal Padli B usai unjuk rasa di halaman Pemkot Prabumulih, Rabu (15/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Iya betul tadi juga sudah ada komunikasi kita dengan para supir travel tersebut,” ungkap Mulyadi dikonfirmasi koran ini.

Dikatakan dia, setelah aksi unjuk rasa dilakukan puluhan supir Travel Prabumulih-Palembang di depan Kantor Pemkot Prabumulih itu, ia mengaku bahwa dalam waktu denkat pihaknya juga masih akan mengumpulkan seluruh supir Travel yang tergabung dalam KMTKPB tersebut. Guna melakukan pendataan seluruh unit kendaraan travel yang beroperasi di wilayah kota ini.

“Rencananya juga nanti kita akan kumpulkan semua supir travel ini untuk berkoordinasi dan berdiskusi bersama. Sekalian semua travel-travel ini juga akan kita data ulang kembali keseluruhannya yang beroperasi,” kata dia seraya menghindari adanya mobil-mobil travel gelap.

Sementara itu, Pj Wali Kota Prabumulih H Richard Cahyadi AP Msi juga meminta tegas kepada pihak Dishub kota Prabumulih untuk mempermudah segala urusan surat perizinan sesuai aturan hukum yang diberlakukan. 

“Berikan kemudahan dalam kepengurusan surat perizinan dan jangan mempersulitnya. Disini saya kembali tegaskan agar jangan sampai ada biaya tambahan, jika perlu gratiskan,” terangnya.

Selain itu, Richard juga langsung mengambil kebijakan untuk menyikapi jumlah PO Damri selama ini sebanyak 8 unit beroperasi selama ini dinilai terlalu banyak. Sehingga, menyulitkan pihak supir untuk mendapatkan penumpang. Ia merencanakan akan mengurangi unit DAMRI tersebut menjadi sebanyak 2 unit dalam setiap rutenya. 

“PO Damri yang sebelumnya beroperasi 8 unit kendaraan dari Prabumulih dan 8 unit kendaraan dari Palembang sekarang menjadi 2 unit dari Prabumulih dan 2 unit kendaraan dari Palembang. Dan juga saya harapkan para supir mobil Travel tidak membuat kemacetan di jalan terutama di kawasan pasar kota Prabumulih kita ini,” tandasnya. (07)

Dalam pelaksanaan unras itu, Rizal Padli B selaku Korlap dalam orasinyamenyampaikan kepada pihak Pemkot Prabumulih sekitar tiga poin tuntutan kepada pihak Pemkot Prabumulih. 
Diantaranya:

1. Para supir travel merasa keberatan dan terganggu dengan dikeluarkan izin angkutan PO Damri oleh pihak Pemerintahan.

2. Menyampaikan agar Pemkot Perabunulih mengurangi unit kendaraan PO Damri yang beroperasi di kota Prabumulih.

3. Meminta kesejahteraan para Supir Travel.

Post a Comment