BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuasin dan Panitia Pemilu (Panwaslu) dipertanyakan oleh pihak Calon dan Timses Calon Kepala Daerah Kabupaten Banyuasin, pasalnya diduga Mendapatkan Diskriminasi dari penyelengara pemilu.

Ini terbukti Spanduk dan Umbul - umbul sebagai alat praga kampanye (APK) Calon Bupati diketahui tidak terpasang di Desa Lubuk saung , seperti Banner Calon Bupati Banyuasin atas nama Arkoni - Azwar hamid no urut II dan Pasangan Calon Bupati No Urut I Drs. H. Agus yudiantoro, Msi. - H. Azwar bidui.

Hal ini kembali tidak terpasang di Kecamatan Sembawa dengan Spanduk dan Umbul - umbul No urut I dengan slogan Bersinar dan diduga pelanggaran ditingkat Desa (PPS), ini mendapat respon langsung dari  Karyono ketua tim pemenangan "Komid" 

"Dirinya  menyayangkan dugaan diskriminasi yang didapatkan calonnya, sebab hal tersebut tidak tercermin pada slogan KPU dan Panwaslu yang tegak lurus tanpa ada unsur keberpihakan ke calon lain," ujar Karyono salah satu tim dari Paslon Komid nomor urut 2 saat dimintai konfirmasinya. Jum'at (27/04). 

Dirinya berharap, pihak KPU dan Panwaslu dapat bekerja secara profesional mulai dari pemasangan , Spanduk dan Umbul - umbul Paslon ataupun hal lain agar tidak menyebabkan kecemburuan sosial bagi pasangan calon lain, serta keributan dikemudian hari.

"KPU  dan Panwaslu meski adil dalam setiap kegiatan, sekalipun dalam pemasangan banner, baleho dan spanduk seperti ini, walaupun mereka telah menyerahkan pada pihak ketiga, KPU meski adil. Dan perpanjangan tangan ke Desa-Desa itukan tugasnya PPS, mereka juga mesti adil, kalaupun ada spanduk yang tertukar jangan dipasang dulu biar tidak terjadi keributan seperti yang kita lihat di Desa Lubuk saung itu" Ucap dia.

Ditambahkan dia, tidak dipasangnya Banner calon nomor 2 merupakan diskriminasi baginya. Kita merasa dicurangilah dengan kejadian ini, kita berharap pada penyelenggara, terutama pada KPU dan Panwaslu serta tingkat Desa untuk netral, Ini baru awal tapi sudah kelihatan tanda-tanda kecurangan sudah dimulai.

"Seperti contoh kemarin-kemarin pelanggaran kampanye salah satu Paslon, tetapi Panwaslu dan KPU sama sekali tidak mempersalahkan apalagi mau memberikan sanksi, termasuk Spanduk dan Umbul - umbul Paslon Bupati yang diketahui tidak terpasang di Desa Lubuk saung dan malah Panwas hanya memanggil yang bersangkutan, tetapi sanksinya tidak diberikan, ini artinya memancing keributan, jangan sampai 2013 terulang lagi" kata dia.

Masih dikatakan Karyono, Panwas dan KPU harus menjalankan aturan yang ada agar konflik di Banyuasin tidak terjadi. "Panwas dan KPU meski tegak lurus sesuai dengan aturan, yang bahwasanya penyelanggara pemilu itu bersifat netral" tegas dia.

Sementara, Ali salah satu warga Pangkalan balai mengatakan saat dimintai tanggapan terkait tidak dipasang lengkap Spanduk dan Umbul - umbuk Paslon Bupati di beberapa titik, hal tersebut merupakan pelanggaran pemilu bila memang sengaja tidak dipasang.

"Bila memang sengaja tidak dipasang, itu pelanggaran namanya. Dan bisa dilaporkan ke DKPP, sebab sudah jelas perintah pemasangan itu sudah diatur PKPU dan yang memasang itu orang KPU, bila sengaja jelas pelanggaran" ucap dia.

Dirinya meyesalkan tidak terpasangnya dua Spanduk dan Umbul - umbul calon Bupati tersebut, sebab hal tersebut dinilainya penyelengara tidak profesional. "Jelas kita kecewa, jadi penyelengara itu tidak profesional, diduga mereka ini berpihak pada tiga calon tersebut, berarti dua calon tersebut musuh berat mereka dan bila mereka berpihak ini jelas pelanggaran, " tutur dia.

Pihaknya juga menegaskan akan melaporkan kejanggalan dalam proses pilkada di Banyuasin."Kita sudah berkoorsinasi dengan tim Komid untuk melaporkan pelanggaran tersebut, bila ini jelas pelanggaran" tegas dia.

Terkait dengan hal tersebut Ketua KPU Banyuasin Dahri, M.PdI melalui  
Komisioner KPU Salinan, S.Sos, M.Si saat dimintai konfirmasinya lewat via telpon, Jum'at (27/04), mengatakan bahwa apa yang dituduhkan kepada KPU bahwa KPU selaku penyelenggara pemilu tidak netral jelas itu tidak benar.

"Kami sudah disumpah untuk Netral dalam penyelenggaraan pemilu.
Soal spanduk dan umbul-umbul sebagai alat peraga kampanye paslon  bukan tidak dipasang tapi belum dipasang karena sekarang masih proses pemasangan dan juga ada yang sudah dipasang hilang seperti yang di Kecamatan Sembawa," tegas Salinan. (Adam)

Post a Comment