BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com— Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berkomitmen mengawal dalam memajukan produktivitas Jagung dan Padi di Kabupaten Banyuasin. Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, MM., M.BA dihadapan Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono dan beberapa Petani/Gapoktan Kecamatan Tanjung Lago.

Bersama Bupati Banyuasin, Edhy Prabowo dan sejumlah Anggota Komisi IV DPR melakukan Tanam Perdana Jagung IP 200 di Desa Banyu Urip Kecamatan Tanjung Lago, Sabtu (28/04). Usai tanam jagung, di Lokasi tempat Presiden RI Joko Widodo meninjau Program Padat Karya Januari lalu, rombongan menuju tenda yang disiapkan untuk mendengar langsung aspirasi dan keluhan dari petani Tanjung Lago.

Bupati Banyuasin Ir. Mengungkapkan kegembiraanya atas kedatangan rombongan Anggota DPR RI yang memberikan perhatian dan dukungannya. Ia menjelaskan Desa Banyu Urip merupakan salah satu desa yang potensial di Banyuasin dalam bidang pertanian. “Mumpung ada Anggota DPR, masyarakat disini bisa berkomunikasi menyampaikan keluhan dan aspirasi” kata Bupati

Dijelaskan bupati, Potensi luas lahan sawah di Banyuasin seluas 202.682 hektar yang terdiri dari 168.375 hektar lahan pasang surut dan 34.307 hektar lahan lebak, sementara lahan yang ditanami padi seluas 192.684 hektar. Kinerja capaian produksi Jagung hingga minggu ke II bulan April sebanyak 7.907 ton dengan luas panen 1.953 hektar padi pada tahun 2018 sebanyak 785.970 ton GKG atau setara 440.264 ton beras, dengan lahan panen seluas 151.953 hektar.

Ia mengatakan, rata-rata penggunaan benih padi untuk dua kali musim tanam sebanyak 10.000 – 11.500 ton. Pola bantuan benih kepada petani lebih baik digunakan dengan pola bantuan langsung benih dibanding pola subsidi benih. Kemudian persoalan pupuk yang terus terjadi adalah mengenai kuota yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan pasokan, dan penyaluran tidak tepat waktu.

Bupati Supriono meminta perhatian dan dukungan Komisi IV DPR RI untuk serius menangani persoalan di Banyuasin. Bupati menilai upaya yang harus dilakukan adalah pemerintah bersama DPR menjaga lahan pasang surut untuk tetap produktif serta terus meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pengairan seperti tata air mikro, bantuan alat pertanian.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menjelaskan kunjungan DPR kali ini dikhususkan untuk mengawasi semua kegiatan di sektor pertanian. Lebih lanjut Anggota DPR ingin melihat secara langsung di lapangan apakah program yang sudah digulirkan berjalan dengan sesuai harapan. “Detil nya apa, apa yang kurang, tadi Pak Bupati sudah menyampaikan petani di Banyu Urip kekurangan alat. Nah maka itu, kita akan memprioritaskan kebutuhan alat di Banyuasin, karna sawah di Banyuasin menghasilkan” ujar Edhy Prabowo

“Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat sudah ditingkatkan. Dan hal ini dijawab oleh Pemkab Banyuasin dengan melakukan peningkatan produktivitas Padi dan Jagung, ini sangat membanggakan. Kedepan, bantuan ke Banyuasin bisa ditingkatkan lagi.” ungkap Anggota DPR RI Dapil Sumsel 1 ini

Hal senada diungkapkan Dirjen PSP Kementan RI, Komisi IV DPR RI sudah memberikan peta penyebaran alat mesin pertanian. Dilanjutkannya, Kementerian Pertanian RI siap mendistribusikan ke daerah namun tetap menunggu dibuat peta distribusi kemana alat-alat pertanian akan disebarkan. “Kami tinggal menunggu arahan dari DPR RI sesuai dengan peraturan yang berlaku” ujar Dadi P Permana

Pada kesempatan ini diserahkan bantuan 10 liter pupuk biosilika cair dari Balitbang Kementan RI kepada Kelompok tani di Tanjung lago, dan penyerahan Benih jagung hibrida bima serta pertukaran cinderamata antara Pemkab Banyuasin dan DPR RI.

Hadir Ketua Komisi IV DPR RI Eddhy Prabowo, MM., M.BA, Fauzih Amro, dan Anggota DPR lainnya, Dirjen PSP Kementerian Pertanian RI Dadi Permana, Kadis Pertanian Provinsi Sumsel, Dirjen Planologi, Badan Litbang, Direktur Komersil PT Pusri, Kepala Divisi Regional Bulog Sumsel. (Adam)

Post a Comment