PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com– Ratusan relawan dan pendukung kotak kosong atau yang lebih dikenal dengan sebutan Koko, Minggu (29/04/2018) pagi, melakukan long march (Jalan kaki, red) untuk membagikan baju kaos, stiker dan pamflet kepada masyarakat dan pengguna jalan. Para relawan kotak kosong ini mulai bertolak dari titik Posko Pemenangan Kotak Kosong (PKK) Timur, Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tugu Kecil, sekitar pukul 08.00 Wib dan berkumpul menuju pusat Pasar Inpres Prabumulih.

Koordinator Posko PKK Timur, Hartono menjelaskan, para relawan dan pendukung kotak kosong dari beberapa perwakilan wilayah di Prabumulih ini melakukan sosialisasi dengan membagikan baju kaos dan sejumlah atribut mengenai keberadaan kotak kosong atau kolom kosong di dalam Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Prabumulih, pada 27 Juni 2018 nanti.
“Alhamdulillah, ini spontanitas dari bentuk kekecewaan masyarakat terhadap KPU yang tak pernah mensosialisasikan dan menyingung sedikit pun soal kotak kosong atau kolom kosong dalam setiap sosialisasinya,” ungkap pria yang akrab disapa Tono ini, saat ditemui di Posko Timur.
Dikatakan Tono, atas nama seluruh relawan pihaknya menyampaikan terima kasih kepada para pendukung dan masyarakat yang telah membantu baik moril maupun materil pergerakan kotak kosong tersebut.
“Kita bersyukur, pergerakan kotak kosong ini semakin masif dan banyak bermunculan hamper di seluruh kelurahan dan desa yang ada di Prabumulih. Mereka swadaya membantu pergerakan kotak kosong, dan membangun posko-posko baru bahkan sudah ada 2 posko srikandi kotak kosong sekarang ini,” tandas Tono.
Pernyataan sama juga disampaikan oleh Rahmad, Koordinator Posko PKK Selatan dan Fairuz Koordinator Posko PKK Cambai. Menurut keduanya, pergerakan yang dilakukan para relawan Koko tersebut untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat terkait keberadaan pilihan kotak kosong selain pasangan calon tunggal dalam Pilkada Prabumulih.
“Aksi ini kita lakukan karena pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Prabumulih, kita nilai sampai sekarang tidak pernah mensosialisasikan kotak kosong dalam setiap sosialisasinya. Dan ini kita sangat sayangkan, makanya kami mengajak beberapa perwakilan relawan dan pendukung kotak kosong dari sejumlah wilayah untuk melakukan sosialisasi di Pasar,” ujar Fairuz.
Lebih jauh disebutkan Fairuz, kegiatan sosialisasi itu akan terus mereka lakukan secara rutin supaya masyarakat mengetahui dan bisa menyalurkan hak pilihnya untuk perubahan menuju Prabumulih yang lebih baik pada tahun 2020 dengan mencoblos kotak kosong pada Pilkada 27 Juni 2018 nanti.
“Golput itu bukan solusi, mari kami mengajak masyarakat yang menginginkan Prabumulih yang lebih baik dan sejahtera untuk bersama-sama satu suara untuk perubahan menuju 2020,” jelas pria yang akrab disapa Eyik, yang ketika dibincangi didampingi Koordinator PKK Barat, Haryono Pansela.
Pantauan media ini, tampak dalam kegiatan sosialisasi yang digelar para relawan dan pendukung kotak kosong ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh politik, dan tokoh pemuda yang ada di Prabumulih. Diantaranya, Ketua Dewan Penasehat Relawan Kotak Kosong, Azadin politikus senior Partai Golkar yang juga mantan Ketua DPRD Prabumulih, serta Haryono Pansela, Azwar, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Bahkan diakhir sosialisasinya, Azadin memakaikan secara simbolis baju Koko kepada 2 orang pendukung kotak kosong.(bmg/sn)

Post a Comment