PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com-Pasangan Calon Wako dan Wawako Ridho Yahhya dan Andriansyah Fikri mengemukan kiat-kiat dan mengksplorasi berbagai program unggulan pada era kepemimpinan keduanya. Dalam penjelasan singkat tersebut, pasangan petahana ini  kembali mengulas keberhasilan program yang pernah digulirkan.

Usai paparan Visi Misi yang digelar di Hall Siang Malam, Kamis (12/4) tersebut. Pasangan ini menyatakan akan lebih fokus dalam mensejahterakan masyarakat. "Lima tahun kami memimpin, bukan janji yang kami ucapkan, tetapi bukti nyata yang kami berikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ridho didampingi Andriansyah Fikri.



Saat memasuki sesi tanya jawab dengan panelis yakni Prof Bambang B Subiakto, Prof DR Abdullah Idi MEd, DR Andreas Leonardo dan DR Markoni Badri SE MBA, Ridho-Fikri menyatakan bahwa jika terpilih kembali memimpin Prabumulih, pihaknya akan menjalankan visi dan misinya.




Seperti yang dibacakan Prof. Dr. Medi Abdullah, questioning dari masyarakat ini, menayakan tentang bagaimana menjaga  prestasi dan prioritas pembangunan yang  sudah dirancang dalam program lima tahun kedepan.

"Pada priode kedua ini, kami akan menuntaskan semua program yang belum selesai. Dan kami yakin program yang telah diprioritaskan pada 2018-2023, bisa kami jalankan dengan baik. Mengapa kami yakin, karena kami telah membuktikannya pada 5 tahun kepemimpinan kami sebelumnya," Jawab Ridho-Fikri.

Sementara Pertanyaan DR Andreas Leonardo SIo MSi merujuk pada pembangunan yang secara teoritis membangun daerah tidak hanya fisik. Tetapi, kapasitas yang non fisik. Ia mengatakan, belum terlihat terkait reformasi birokrasi. Dan, jika tidak dijalankan impian tersebut tidak bisa diwujudkan

"Terima kasih punya mimpi besar, membangun daerah. Selama ini telah bercerita good goverment, tetapi kunci keberhasilan 5 tahun bergantung pada birokrat sendiri," tukasnya.

Menanggapi hal itu, Ridho menyebutkan, seorang pemimpin tidak bisa bekerja sendiri dan harus mengoptimalkan dan memberdayakan Kepala SKPD, menimbulkan daya saing antar mereka sendiri untuk mendukung program yang telah dijalankan.

"Birokrasi ini penting, kita tempatkan Kepala SKPD sesuai ilmunya. Hampir 95 persen telah kita jalankan, makanya bergelimang prestasi di era kepemimpinannya," tandasnya.

Sementara itu, Andreas menyarankan, setidaknya internal birokrasi diperkuat dan visi misi reformasi birokrasi harus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan. "Apalagi, tantangan ke depan makin berat. Tingkatkan kemampuan dan kemampuan birokrasi dalam menjalankan pemerintahan," sarannya. (bmg/pz/adv)

Post a Comment