BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Banyak alat Peraga Kampanye (APK) Paslon Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin yang telah terpasang di Desa dan Kelurahan dalam Kecamatan se-Kabupaten Banyuasin hilang. Hal itu berdasarkan pantauan oleh anggota KPU Banyuasin disejumlah zona terutama disepanjang Jalintim Palembang-Betung, Minggu (29/04) Pukul 09.00 WIB. 

Pihak KPU Banyuasin menduga jika hilangnya sapanduk dan umbul-umbul Paslon Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin ini disebabkan perbuatan si tangan jahil, itu dilihat dari bekas robekan kain yang ditinggal pada kerangka kayu dengan cara ditarik paksa oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab.

Devisi Logistik KPU Banyuasin Agus Suprianto menyesalkan tindakan si tangan jahil yang telah merugikan pihaknya hingga menuai kritikan dari Tim Paslon Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin jika pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dinilai tidak netral atau berat sebelah ke salah satu Paslon. 

"Kami pastikan bahwa tudingan Tim Paslon yang menyudutkan KPU itu tidak benar karena seluruh APK Paslon jumlahnya sudah lengkap dan seluruhnya terpasang sesuai dengan zona yang ditentukan," ujar Agus. 

Menurut Agus, pemasangan APK berupa baleho dan umbul-umbul Paslon disetiap zona sudah dilakukan sejak 13 April lalu. Hanya saja dia menyadari jika pemasangan APK Paslon tersebut belum sempurna sehingga banyak APK yang roboh ditiup anggin karena bahan yang digunakan bukan kayu yang berkelas dan tali plastik. 

"Jadi, saya tegaskan kalau jumlah APK bukan kurang tapi banyak hilang dicopot oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab,"ujar Agus Suprianto, kepada wartawan. 

Akibat ulah si tangan jahil tersebut, kata Agus sebanarnya yang dirugikan itu KPU Banyuasin sebab pemasangan APK tersebut masih tanggungjawab KPU Banyuasin dan bukan masing-masing Paslon karena sampai hari ini belum diserah terima oleh pihak ketiga dengan KPU Banyuasin.

"Seandainya jumlah APK yang terpasang kurang artinya jelas masalah pihak ketiga dan wajib diganti. Sesuai ketentuan jumlahnya untuk Baliho perkecamatan 100 buah, dan Umbul-Umbul masing-masing Paslon 2 buah Perdesa. Sayangnya masalah APK yang hilang, kami tidak bisa menganti dengan APK yang baru karena tidak ada stok tambahan,"jelasnya.

Selain itu, dirinya tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga sebab ini bukan sesuatu kesengajaan dan murni perbuatan yang dilakukan oknum masyarakat yang jahil. Apalagi dilengkapi bukti pemasangan awal ada.

"Namun kami tetap akan memanggil pihak ketiga minta diperbaiki soal bahan pemasangan APK yang dilihat terpasang asal-asalan. Setelah tidak ada masalah maka kami akan melaporkan kepada semua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin dengan melampirkan bukti APK yang hilang dari masing-masing PPK,"terangnya.

Dia berharap masyarakat dan Tim Paslon juga ikut mengawasi dan merawat APK Paslon yang terpasang.Kemudian yang terpenting
jangan sampai masyarakat dan Tim Paslon terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan hingga pada akhirnya menganggu suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak.

"Sejauh ini masalah APK Paslon yang hilang diprediksi masih kecil jumlahnya 3 persen jadi masih dikatagorikan hal yang wajar dan belum fatal. Mungkin oknum masyarakat yang melakukan hanya iseng-iseng saja dan bukan tidak setuju dengan salah satu paslon. Soalnya APK yang hilang tidak hanya satu paslon tapi hampir setiap Paslon,"pungkasnya. (Adam) 

Post a Comment