BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Komisi pemilihan Umum Banyuasin, selama dua hari Minggu (8/4) hingga Senin (9/4) di Graha Sedulang Setudung Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin mulai melakukan proses verifikasi daftar pemilihan Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). 

Acara kali ini KPU megajak operator Sidalih untuk sistem ferifikasi dengan Sistem Sidalih Fersi 2 di ubah ke Fersi Sidalih Fersi 2 titik 1.

Komisioner KPU Banyuasin divisi Sosialisasi Salinan S.Sos mengungkapkan, rapat Koordinasi Singkronisasi penyusunan DPSHP, PPK, PPS dan operator Sidalih Kecamatan dilakukan mengingat KPU pusat telah mengumumkan bahwa penggunaan sistem sidalih fersi 2 harus diganti menggunakan sistem sidalih fersi 2 titik 1.

Menurut Salinan, hal ini dimaksudkan agar data DPSHP yang ada diKabupaten Banyuasin bisa masuk ke server KPU pusat. "Hanya ada perubahan sistem saja, karena kalau satu indonesia DPSHP masuk pada server Sidalih 2 maka tidak dapat diinput makanya digunakan fersi Sidalih 2 titik 1," kata dia.

Dikatakan Salinan, Selain itu kegunaa sidalih versi 2 titik 1 menampik adanya data yang salah dilakukannya kegiatan singkronisasi. Karena ternyata dalam aplikasi ini tidak semua data terfilter misalnya ada pemilih ganda, pindah TPS Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan lain sebagainya jadi dengan sinkronisasi mana data yang ganda dicoret melalui kegiatan ini yang dibantu operator.

"Semua PPS membuka laptop dibantu operator sidalih membantu proses verifikasi DPSHP yang dilakukan oleh PPS. Karena tanggal 12-13 April DPSHP harus sudah dipleno di tingkat PPK," Ujar Salinan.
sembari menambahkan bahwa, KPU Banyuasin akan tetap memperjuangkan hak warga Banyuasin untuk memperoleh hak suara dalam Pilkada atau pemilu nanti.

Kalau ada warga yang belum rekam KTP lanjut dia, agar secepatnya rekam. "Kalaupun belum rekam yang sudah memiliki surat keterangan dari Dinas Catatan Sipil berhak memilih pada TPS tempat domisili," jelas dia.

Seperti diwartakan sebelumnya, Daftar Pemilih Sementara (DPS) banyuasin sebesar 561.582 selisih 37 209 dari DPT tahun 2014.
Seluruh PPK telah memberikan data pemilih sementara (DPS) di 
tempatnya masing-masing, jumlah DPS yang bertambah sekitar 37 209 tersebut baru rencananya akan di rapat plenokan mendatang kemudian ditetapkan menjadi DPT banyuasin yang baru.

"Sementara Semua PPK telah memberikan laporan tambahan pemilih di daerahnya masing-masing sejak tanggal 16 Maret lalu ke KPU. "Jadi kalau dijumlahkan dari seluruh PPK se Banyuasin diperkirkan penambahannya sampai dengan 37 209 pemilih baru," tutur dia.

Salinan menambahkan, semula daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten banyuasiin sebesar 586450 mata pilih dengan adanya penambahan yang baru berarti bisa di perkirakan DPT Banyuasin akan bertambah 37 209.

"Kami telah memplenokan tentang DPS tambahan tersebut 16 Maret lalu di kantor KPU Banyuasin, kami akan perjuangkan hak pilih masyrakat agar mereka dapat menyalurkan hak pilihnya pada pilkada dan pilpres juga Pileg mendatang," ungkap dia.

Salinan juga berujar, Sebagian PPK telah mendata mendat dari Tempat pemungutan Suara (TPS) se - Banyuasin yang mencapai 1815 TPS. "Tidak ada penambahan TPS tahun ini kendati jumlah DPT tahun ini bisa lebih besar karena penambahannya tidak terlalu besar," terang dia. 

KPU telah ikut terjun langsung ke lapangan mengingat Panitia Pemutakhiran Data pemilih (PPDP) ditingkat bawah, harus segera melaporkan pendataan ulang calon pemilih di wilayah Kabupten Banyuasin.

Lebih lanjut Salinan menuturkan, tambahan jumlah pemilih di Banyuasin tersebut 
berasal dari pemilih pemula, kemudian pemilih yang belum rekam e-KTP, pindah domisili dan lain-lain.

Sementara Salah seorang warga Suak Tapeh Zakaria (40) saat diwawancarai mengatakan, sudah terdaftar pada pilkada dan pemilu tahun ini, dan saya berharap KPU terus kerja ekstra agar setiap warga benar-benar mendapatkan haknya untuk memilih pada pemilihan Kepala Daerah dan Presiden mendatang.

"Saya dan keluarga akan memanafaatkan hak suara saya untuk menentukan pemimpin Banyuasin, Presiden dan wakil takyat pada Pilkada dan pemilu serentak bangsa Indonesia untuk kelanjutan 5 tahun mendatang," ujar dia (Adam)
Attachments area

Post a Comment