PALI, KabaRakyatsumsel.com-Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir atau lebih dikenal PALI, telah lima tahun mekar dari kabupaten induk yakni Muara Enim. Dalam kurun waktu tersebut, sudah banyak kemajuan-kemajuan hasil dari kinerja Pemkab PALI yang juga dikenal sebagai Bumi Serepat Serasan ini

Kemajuan itu mulai dari infrastruktur jalan, pembangunan diberbagai wilayah di PALI dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Kini, tepat pada tanggal 21 April 2018 Kabupaten PALI genap berusia lima tahun. Memperingati hal ini DPRD PALI menggelar Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Arsendora Komplek Pertamina EP Asset II Field Pendopo, Sabtu (21/4)

Ketua DPRD H Soemarjono yang memimpin sidang mengatakan PALI mempunyai luas kurang lebih 1.840 meter persegi. Dan Kabupaten ini bisa terbentuk karena adanya SDA dan SDM yang digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Awalnya Kabupaten ini mengandalkan bantuan Pemrov dan Pemkab Muara Enim sebagai Kabupaten induk, namun kini menunjukkan peningkatkan hingga saat ini APBD Kabupaten PALI mencapai Rp 1.5 Trilyun.


“Kemajuan juga menunjukan pada pembangunan infrastruktur serta tata kelola pemerintahan, dan DPRD PALI bertekad membangun PALI untuk lebih maju dan bisa sejajar bahkan yang terdepan di provinsi Sumsel, untuk itu, kami mengajak seluruh anggota DPRD dan jajaran pemerintahan untuk meningkatkan kinerjanya guna percepatan pembangunan,” ajak Ketua DPRD.

Sementara Bupati PALI mengatakan bahwa telah banyak yang dicapai namun juga tentunya masih banyak lagi yang harus dilakukan. Karena diusia ke-5 ini masih banyak kekurangan disana-sini.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menyampaikan terimakasihnya kepada Gubernur yang telah banyak membantu pembangunan PALI. Sebab pada awal dibentuk PALI, hanya mengandalkan bantuan Kabupaten induk sebesar Rp 5 Miliar dan dar provinsi sebesar Rp 10 Miliar, dengan jumlah itu, tentunya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya cukup bayar gaji pegawai.

“Tetapi karena kita punya orang tua, alhamdulillah banyak dibantu oleh pak Gubernur, hingga saat itu bisa memulai membangun infrastruktur,” jelas Bupati.

Bupati juga menginginkan Gubernur Sumsel untuk tetap memberi saran serta masukan agar PALI bisa lebih baik lagi.

“Tentunya kami tetap butuh arahan dan masukan dari Gubernur, karena PALI masih Balita, baru menginjak usia lima tahun yang tentunya masih butuh perhatian orang tua dalam hal ini pak Gubernur,” ucap Bupati.

Gubernur Provinsi Sumsel, H.Alex Noerdin mengemukakan bahwa kunci utama membangun daerah adalah kompak antara legislatif dan eksekutif. Dan itu diperlihatkan di kabupaten PALI, dimana awlnya hanya mengandalkan bantuan sebesar Rp 15 M, namun kini mencapai Rp 1,5 T.

“Ini menunjukan bahwa antara Dewan dan pemerintah kompak,” kata Alex.

Gubernur juga berpamitan karena tidak lama lagi masa bakti jabatannya akan berakhir, karena dirinya telah menjabat dua periode. Gubernur juga mengucapkan terimakasihnya kepada masyarakat PALI yang telah memilihnya menjadi gubernur.

“Insyaallah diakhir masa jabatan, saya tidak akan mengecewakan masyarakat yang telah memilih saya,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mensosilisasikan Asean Games yang bakal digelar di Jakarta dan Palembang pada 18-8-2018. Kemudian rapat ditutup ketua DPRD PALI, namun sebelum menutup, ketua Dewan menyampaikan keinginan masyarakat yang menginginkan provinsi membantu fasilitasi pembangunan jalan dari SP-9 Desa Semangus menuju Simpang Raja, Sinar Dewa menuju Payu Putat untuk tujuan kota Prabumulih maupun Palembang, agar aktivitas warga tambah lancar.

Selain itu, ketua DPRD juga menginginkan provinsi memfasiltasi pembangunan lapangan terbang eks stanvack juga pembangunan pelabuhan di Desa Prambatan kecamatan Abab, untuk mengurangi kemacetan di jalan raya
Dari Pantauan Media Kabarakyatsumsel.com  PALI ,Setelah Kegiatan Paripurna Selesai,Gubernur Sumsel H.Alex Noerdin ,Bupati PALI Ir H Heri Amalindo Bersama Ketua DPRD Soemarjono, Melanjutkan beberapa Rangkaian Kegiatan Hut PALI ke 5
(Sendi/Adv Humas Pemkab PALI)

Post a Comment