KAYUAGUNG, KabaRakyatsumsel.com- Pasca terminal tipe A Kayuagung diambil alih dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ke Pemerintah Pusat, bangunan terminal kini memprihatinkan, Rabu (21/3).
Bangunan yang berdiri kokoh di atas lahan 3,3 hektar yang memiliki dua lantai tadi, tampak beberapa ruangan kosong dan plafon bangunan banyak yang rusak, jebol. Demikian atap genteng ada yang bergeser sehingga terjadi kebocoran menyebabkan badan bangunan bak genangan air. Bangunan ini seperti tak bertuan.
Para pegawai dinas perhubungan, memanfaatkan ruangan yang ada dilantai dasar. Mereka bekerja seadanya, karena alat pendukung pekerjaan minim. "Kita kan pelayan banyak di lapangan melayani warga yang hendak berpergian," kata Koordinator Satuan Pelayanan (Koorsapel) Terminal Tipe A Kayuagung, Sopan.

Menurut Sopan, dirinya selaku koorsapel selalu siap. Terkait kerusakan bangunan terminal sudah dilaporkannya ke Pemerintah pusat. Untuk pembersihan lingkungan pihaknya selalu memperhatikannya.

"Pegawainya selalu siap dan melakukan aktivitas di terminal seperti biasa," ujar Sopan yang sekarang lebih fokus ke angkutan penumpang antar desa dan kota. 

Warga yang tinggal disekitar terminal berharap terminal ini berfungsi, agar bisa mendapat keuntungan dari layak ramai orang di terminal, dengan berdagang. Paling tidak, terminal ini disulap menjadi kafe, tempat makan minum anak muda.
"Fungsi terminal tetap, tapi ada tempat nongkrong, kafe anak muda maupun tua. Bisa santai dengan meminum segelas kopi Aceh dan juga juss pinang muda," pinta Agus warga Terminal.
Menurut Agus, sayang kalau tidak di manfaatkan bangunan megah yang telah menghabiskan dana Miliyaran rupiah. "Pemerintah jangan bisa membangun saja, manfaat dari itu harus dicarikan solusinya," tandas Agus yang prihatinkan keadaan bangunan yang megah bila dibandingan rumah gubuk yang ditempatinya bersama orang tuanya. (Sanfriawan)

Post a Comment