BANYUASIN, KabaRakyatsumsel -- Pusat Kuliner Banyuasin yang berada di Jalan Raya Lintas Timur Palembang – Pangkalan Balai KM 42, tepatnya dekat Taman Kota Pangkalan Balai yang dibangun pada masa Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed, pada tahun 2013 yang lalu, kini kondisinya kian memprihatinkan.

Pantauan media ini, Pusat Koliner tersebut terlihat fasilitasnya sudah banyak yang rusak dan tak terawat. Kondisi tersebut di keluhkan sejumlah masyarakat yang mampir untuk makan dan minum serta ingin buang air.

"Sangat disayangkan Pemkab Banyuasin membiarkan Pusat Kuliner yang di bangun dengan anggaran tidak sedikit ini tidak terurus, baik dari masalah Pos keamanan, Mushola dan termasuk WC nya yang terlihat sangat jorok dan sangat tidak layak untuk di pakai, " Ujar Pikri Wakil Ketua LSM KOMPOR Banyuasin. Senin (05/03).

Hal senada juga diutarakan Deni Ganevo yang sering mangkal di Pasar Kuliner tersebut, menurutnya maslah ini benar - benar harus ada perhatian dari pemerintah setempat, karena kata dia,  Pasar Kuliner ini bagian dari aset Pemkab Banyuasin dan pusat oleh- oleh kuliner daerah Banyuasin.

"Parah ! Kondisi kuliner kayak gini, dimana pemerintah, kenapa dibiarkan begitu saja, kalau saya perhatikan tedmon penampungan air sudah tidak ada lagi, apalagi air untuk BAB kalau tidak ada air harus cari WC tempat lain, benar - benar terkesan tidak ada manfaatnya sama sekali, ini pihak terkait harus bertanggung jawab , seharusnya, kalau memang ada pembangunan, ada juga perawatannya " Cetusnya

Menangapi hal itu bupati Banyuasin melalui Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Erwin Ibrahim menuturkan bahwa Pengelolaan kuliner itu sudah kita kerjasama kan dengan pihak swasta. "Ya sudah di persiapkan pasar kuliner akan dikelola pihak ketiga dalam hal ini swasta, supaya bisa dimanfaatkan dengan maksimal aset daerah yang bisa mendongkrak PAD," kata dia.

Dikatakannya bahwa Perencanaannya sudah di tahun 2017 lalu agar bisa dikelola oleh swasta, dengan demikian harapan Pusat Kuliner sebagaiman tujuan awal dapat terwujud. Dalam hal ini juga memberikan kesempatan bagi pihak swasta yang dari dalam Kabupaten yang kreatif bisa menyalurkan bakat dan kemampuannya mengelola dan mengemas pasar kuliner supaya menarik memikat pengunjung baik tamu dalam kota maupun luar.

"Sekarang ini masih dalam proses kerjasama kepihak ketiga, semoga kuliner menjadi tempat paporit masyarakat Banyuasin khususnya dan umumnya warga Sumsel umumnya," harapnya. (Adam)

Post a Comment