Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

KAYUAGUNG, KabaRakyatsumsel.com- korban lakalantas yang terjadi di pangkal jembatan Kayuagung awal Maret lalu, yang menyebabkan korban Ayu Zubaidah, murid kelas III SD meninggal dunia, akhirnya sedikit bernapas lega. Pasalnya, Riswan (ayah Ayu) dan Agus (tukang ojek) menerima santunan kerohiman dari manajemen PT Waskita Karya. Penyerahan santunan dilakukan di Kantor Camat Kota Kayuagung, Jumat (16/3).

Santunan berupa uang tunai Rp30 juta untuk keluarga korban Ayu dan Rp10 juta untuk korban Agus bukan uang perdamaian, melainkan uang kerohiman sebagai bentuk perhatian PT Waskita Karya.

Bantuan ini merupakan inisiasi dari pihak tripika yakni Camat Kota Kayuagung, Dedi Kurniawan SSTP, Danramil Kayuagung, Kapten RM Hatta dan Kapolsek Kota Kayuagung, AKP Feryanto.

“Dalam kesempatan ini ingin saya tegaskan, bahwa kegiatan pada pagi hari ini adalah salah satu realisasi dari permohonan kami yang kami ajukan kepada Waskita agar dapat memberikan bantuan kepada korban peristiwa kecelakaan pada 2 Maret lalu. Alhamdulilah, semua permohonan kami dapat dikabulkan PT Waskita,” kata Camat Kota Kayuagung, Dedi Kurniawan SSTP.

Camat melanjutkan, diketahui kalau keluarga korban ini merupakan warga Kelurahan Kotaraya yang tergolong sederhana.

Atas dasar itulah, pihaknya bersama Danramil dan Kapolsek mencoba mengkomunikasikan dengan pihak Waskita agar bagaimana keluarga korban ini dapat diberikan santunan.

“Alhamdulillah, niat baik kami direspon positif pihak Waskita. Ini bentuk kepedulian Waskita, bukan berarti ini adalah uang perdamaian,” katanya.

Camat berharap santunan tersebut dapat dimanfaatkan bagi keberlangsungan hidup keluarga korban, dan semoga bantuan ini dapat membantu dan meringankan para korban.

“Saya ucapkan terimakasih kepada manajemen Waskita yang telah ikut peduli terhadap keluarga, dan inilah salah satu bentuk pendampingan kami terhadap korban dan keluarganya. Tentu, kami juga terus mengupayakan agar pemilik truk muatan semen, dapat memberikan santunan kepada keluarga korban,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Kota Kayuagung, AKP Feryanto menambahkan, bantuan ini sebagai bentuk empati dari PT Waskita.

“Ini adalah rahasia Illahi dan sudah menjadi ketentuan-Nya, dan pihak keluarga diharap dapat terus melanjutkan kehidupannya. Nanti, kami juga akan berkoordinasi Satlantas OKI untuk mengkomunikasikan kepada pemilik mobil, agar memberikan bantuan secara finansial kepada ahli musibah,” terang Kapolsek.

Perwakilan PT Waskita Karya, Maryono menambahkan, bantuan tali asih ini jangan dianggap sebagai uang perdamaian, melainkan bentuk simpati Waskita terhadap keluarga korban lakalantas.

“Kami harap jangan dilihat dari nilainya. Tapi, mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat memberikan manfaat kepada ahli musibah,” ucapnya. Diketahui, lakalantas melibatkan beberapa kendaraan berujung pada meregangnya nyawa korban Ayu, siswi kelas III. Sementara sang tukang ojek, Agus, mengalami luka-luka dan patah pada bagian tubuhnya.

Insiden itu terjadi pada Jumat 2 Maret 2018 lalu di pangkal jembatan Mangun Jaya-Sepucuk. Dimana saat itu ada truk bermuatan semen tak kuasa menanjak dan spontan terjun bebas hingga menabrak sejumlah kendaraan, dan sepeda motor yang ditumpangi korban Ayu dan Agus. Kini, pemilik mobil truk masih diamankan di Polres OKI guna menjalani pemeriksaan.

Terpisah, ayah korban Ayu, Riswan menyatakan berterima kasih atas bantuan yang diberikan, meskipun bantuan itu tidak ada kaitannya dengan pelaku penyebab kecelakaan yang menimpa anaknya. Terkait pelaku yang saat ini telah diamankan pihak kepolisian, Rizwan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian dan meminta pelaku dapat dihukum seadil-adilnya. ( Sanfriawan)

Post a Comment