BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com  — PR (Public Relation) INDONESIA Awards (PRIA), bersama Isentia kembali melakukan monitoring terhadap lembaga pemerintah dan korporasi yang memiliki eksposur tinggi di media cetak sepanjang Januari hingga Desember 2017.


Kali ini Pemerintah (Pemkab) Banyuasin berhasil meraih Predikat Terpopuler di Media untuk sub katagori kabupaten. Penghargaan itu diterima oleh Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono,MM yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatik (Kadiskominfo) Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA, Kamis (29/03) di Jl. Tunjungan Surabaya.



Penilaian dilakukan dengan memonitor di 174 media cetak di seluruh Indonesia. Terdiri dari 110 majalah, 40 suratkabar daerah, dan 24 suratkabar nasional. Lebih dari 2.000 perusahaan swasta nasional, multinasional, dan perusahaan BUMN, serta ratusan lembaga dan pemerintah daerah dimasukkan dalam mesin monitoring pemberitaan Isentia.



Bagaimana pun, eksposur pemberitaan yang tinggi bisa menandakan dua hal. Pertama, karena produktivitas keluaran informasi positif yang memang tinggi, atau kedua, lantaran sedang mengalami persoalan (krisis). “Sehingga, wajar jika diberitakan sangat sering oleh pers di tanah air, kata Asmono Wikan, founder dan CEO PR INDONESIA usai acara penganugerahan PR INDONESIA Awards (PRIA) 2018 di Surabaya, Kamis (29/3).2018



“Itulah sebabnya, PR INDONESIA mencoba jauh lebih berhati-hati dan teliti dalam menyusun kategori terpopuler tahun ini” lanjutnya



Asmono menambahkan apresiasi ini merupakan bagian dari serangkaian ajang PRIA 2018. PRIA adalah kompetisi yang rutin diadakan PR INDONESIA sejak 2016. Kompetisi yang memasuki tahun ketiga ini, terbuka diikuti korporasi dan organisasi baik pemerintah maupun nonpemerintah.



Sementara, Bupati Banyuasin melalui Kadiskominfo mengungkapkan rasa syukur dan rasa bangga atas apresiasi yang diberikan terhadap Pemkab Banyuasin. “Menjadi terpopuler bukan menjadikan kita hebat, tapi ini menjadi tolak ukur untuk meningkatkan kineja dan berupaya meningkatkan kualitas yang lebih baik.” kata Erwin



“Ini menjadi komitmen kita bersama dari seluruh jajarn Pemkab Banyuasin. Mudah mudahan dapat terus memberikan yang terbaik bagi kemajuandan kesejaheraan di Bumi Sedulang Setudung ini” pungkasnya



Sebanyak 16 juri ahli dikerahkan untuk memberikan penilaian obyektif. Antara lain, Maria Wongsonagoro dan Magdalena Wenas (PR INDONESIA Gurus), Noke Kiroyan (Kiroyan Partners), Ariani Djalal (Kantor Staf Presiden), Troy Pantouw (Senior Consultant AIS Training and Consulting), Titis Widyatmoko (Pimred Brilio.net), Arbain Rambey (KOMPAS), Gunawan Alif (Indonesia CSR Society), dan banyak lagi.



Proses penjurian yang berlangsung secara maraton di Kantor PR INDONESIA, Jakarta, terbagi ke dalam dua metode. Yakni, sesi nonpresentasi dari Rabu (28/2/2018) hingga Jumat (2/3/2018) dan tanggal 6 8 Maret 2018 untuk sesi presentasi.



Selain Kabuaten Banyuasin, penghargan serpa juga diraih oleh Pemkab Badun, Banyumas, Belitung, Bogor, Palembang, Nunukan, Kudus, Cirebon, Purwakarta, Sidoarjo. Acara ini dihadiri Ketua KPK Agus Rahardjo, sejumlah Gubernur, Walikota dan Bupati se Indonesia. (Adam/Rell)

Post a Comment