Kayuagung, KabaRakyatsumsel.com-Debat kandidat bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati OKI periode 2019 – 2024 yang akan dalam pilkada 27 Juni 2018 mendatang terpaksa diundur dari rencana semula.

Awalnya, debat yang direncanakan akan digelar tanggal 23 Maret 2018 terpaksa ditunda karena KPU OKI masih belum menetapkan lokasi yang final untuk tempat pelaksanaan debat.

Ketua KPU OKI Dedi Irawan didampingi Komisioner Devisi SDM dan Partisipasi Pemilih Deri Siswadi mengatakan, sebelum menjadwalkan rencana pelaksanaan debat, KPU OKI telah melakukan survey lokasi yang memadai untuk debat kandidat.

Ada dua rekomendasi tempat diantaranya GOR Biduk Kajang dan Ruang Sidang Paripurna DPRD OKI, namun didua lokasi tersebut memiliki permasalahan masing-masing.

“Kalau untuk GOR Biduk Kajang tidak memungkinkan karena suaranya menggema, sementara untuk gedung paripurna DPRD OKI tidak bisa dipakai dibawah tanggal 25 Maret 2018 karena masih dipakai sidang paripurna, jadi kita ada waktu diatas tanggal 25, saya berikan kesempatan kepada tim pasangan calon.” Ujar Deri dalam rapat koordinasi persiapan debat publik dan penadatanganan berita acara alat peraga kampanye dan bahan kampanye, Kamis (15/3/2018).

Dari rapat tersebut sejumlah tim pasangan calon (paslon) baik nomor urut 1,2 dan 3 menyepakati debat dilakukan pada tanggal 27 maret 2018 di Gedung DPRD OKI. sedangkan waktu debat publik disepakati pada pagi hari pukul 09.00 wib  dengan ketentuan pendukung dibatasi.

Menurut Dedi, esensi debat adalah penajaman visi misi yang dibawa oleh masing-masing pasangan calon, artinya debat ini merupakan ajang beradu gagasan bagi masing-masing paslon.

“Kita belum tentukan panelisnya apakah dari OKI atau dari pusat, namun intinya debat adalah untuk membedah visi misi kandidat.” tukasnya.

Debat publik yang dilaksanakan pada  pada tanggal 27 maret 2018 merupakan debat pertama dilakukan, dengan siaran tunda. sedangkan debat kandidat yang kedua rencananya akan dilaksanakan secara live pada tanggal 20 Juni 2018.

Kasat Intel Polres OKI AKP Yusuf Solehat mengatakan pelaksanaan debat dapat dilakukan pada siang hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk juga batas jumlah pendukung.

“Jadi kita harapkan tidak ada yang bawa sajam, senpi dan korek api sebab setiap yang masuk akan dilakukan pemeriksaan, yang jelas kami dari kepolisian siap mengamankan.” katanya.

Dan terkait soal APK(alat peraga kampanye ) dan BK (bahan kampanye)masing-masing tim paslon mengatakan akan diperbaiki.Dalam hal ini pihak KPU  memberi limit waktu sampai jumat pagi mengingat apk dan bk tersebut akan segera dicetak  untuk memberikan shofcopy nya.( sanfriawan)

Post a Comment