KAYUAGUNG,KabaRakyatsumsel.com-Kembali terjadi kerusakan ruas Jalan Letnan A Sayuti Kelurahan Kuta Raya Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akibat kendaraan bertonase tinggi melintas di dalam kota kabupaten, Minggu (25/3).

Kerusakan jalan ini sangat mengkhawatirkan pengendara, lantaran lobang yang sedalam 50 cm dengan lebar 2,5 meter dan panjang 3 meter itu, seperti kubangan kerbau. Selain  jalan licin, juga batu koral berhamburan di badan jembatan.

Menurut warga, kerusakan jalan ini sudah lama, dari lobang kecil hingga kerusakan besar ini. Kendaraan yang melintas melebihi muatan. Sehingga jalan raya dalam Kota Kayuagung dimana-mana rusak. Kenyaman pengendara terus berkurang, naik sepeda motor tak nyaman lagi, karena jalan tampal sulam yang dilakukan pihak Perusahaan Waskita asal-asalan, karena ada yang tebal dan tipis sehingga membuat perjalanan tidak nyaman.

"Rusaknya jalan ini disebakan kendaraan besar, tronton, trealer yang membawa beban berat sehingga jalan Kayuagung rusak," kata Zailani warga Kelurahan Kedaton yang mengetahui kerusakan jalan ini sudah 3 bulan lalu dan kini sudah parah.

Masih kata Zailani, seyogjanya perusahaan harus pekah terhadap lingkungan, karena rakyat kecil yang dirugikan saat ini. "Saya harap pemerintah dan perusahaan jangan mengabaikan keselamatan dan kepentingan rakyat," harapnya seraya jalan rusak harus segera diperbaiki sebelum ada korban jiwa berikutnya.

Senada dikatakan Ali warga Kedaton meminta kepada pihak perusahaan yang melintasi jalan kota kabupaten diharapkan mentaati perjanjian yang telah disepakati bersama. Karena, badan jalan Kota Kayuagung dimana-mana rusak disebabkan pembangunan jalan tol Kapal Betung. Padahal, pembangunan jalan tol ini tidak ada manfaatnya bagi pengendara sepeda motor.

"Pembangunan jalan tol ini, hanya untuk kendaraan mobil, sementara untuk sepeda motor belum ada. Demikian kerusakan jalan dalam kota sudah dirasakan oleh masyarakat Kayuagung," ungkap Ali.
Aku berharap perusahaan yang melintas agar memperhatikan kerusakan jalan. "Kalau naik mobil tidak terasa jalan jelek. Namun, kalau naik sepeda motor dipastikan bak naik kuda rasanya," tegas Ali seraya berucap sebelum warga bertindak pemerintah harus segera turun tangan, bukannya warga menghalangi pembangunan dari pusat. (Sanfriawan)

Post a Comment