Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Malang nasib yang menimpa Nasron alias Ujok Sron (49) warga Dusun I Desa Tanjung Tiga Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, pasalnya rumah tinggalnya yang terbuat kayu papan ludes dilalap sijago merah Rabu (14/3) pukul 08 00 WIB.

Saksi mata pertama melihat Syaiful (49), yang masih tetangga korban mengatakan, awal mula ada asap diarah tengah rumah korban. Namun karena bahan kayu mudah terbakar, dalam hitungan menit api lalu berkobar.

"Kami sudah berupaya keras menjinakkan api namun peralatan terbatar akhirnya api tidak berhasil dipadamkan dan menghanguskan seluruh bangunan yang terbuat dari kayu tersebut," Ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, Api pertama kali diketahui dari ruang tengah, waktu itu api baru membakar sekitar dibagian tengah rumah, kemudian api menjalar ke seluruh rumah dan hampir menjalar ke rumah warga sebelah.

Besarnya api dan tiupan anggin kata dia, menyebabkan api menjalar ke teras rumah kayu sebelah. Namun jibaku warga menyelamatkan rumah mereka masing-masing akhirnya selamat dari lalapan sijago merah.

"Rumah tetangga korban selamat dari korbaran api yang menjalar, tetapi berhasil di padamkan oleh warga secara bersama-sama," Terangnya.

Syaiful mengatakan, hanya sekitar kurang lebih 1,5 jam api habis melalap Rumah dan harta benda korban akhirnya api dapat di jinakan setelah warga menyiramkan air beratus-ratus liter.

Dari pantauan di lapangan kondisi jarak tempuh yang terlalu jauh dari Jalan lintas timur menyebabkan sulit untuk meminta pertolongan kepada mobil pemadam kebakaran.

Terpisah Pemilik rumah Nasron Ujok Sron (49) saat ditemui dirumahnya mengaku sedih dengan kejadian tersebut. "Saya sudah mendapat kabar pada waktu saya melihat jaring ikan di sungai, sementara istri saya sedang pergi mencari kayu bakar, dan kerdua anaknya sedang sekolah," Ujar Ujok Saron.

"Dikatakan dia bahwa dirinya terkejut ketika dapat kabar kalau Rumah miliknya telah di lalap api," terangnya sambil berurai air mata.

Lanjut dia dugaan sementara Api berawal dari arus pandek listrik, sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran, dari insiden ini dirinya mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp 250.000.000.

"Kalau kami taksir akibat kejadian tersebut kerugian akibat kebakaran kurang lebih Rp 250.000.000,-seperti rutamah kayu barang barang berharga seperti perhiasan, surat menyurat, satu unit sepeda motor pixcion dan 2 unit mesin genset," Bebernya.

"Kami berharap pemerintah kabupaten Banyuasin dapat membantu ahli musibah yang kini hanya tinggal baju di badan. Untuk penyebab kebakaran saat ini pihak Polres Banyuasin melalui Polsek Rantau Bayur sedang melakukan penyelidikan," Pungkasnya.(Adam)

Post a Comment