Prabumulih, KabaRakyatsumsel.com-Pengelolaan yang kurang tepat dan kesadaran masyarakat dianggap minim terus menjadi kambing hitam dalam permasalahan sampah. Menghadapi dua masalah utama tersebut, Bank Sampah Prabumulih (BSP) terus bergerak berperan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membantu mengatasi masalah sampah.

Hingga saat ini, untuk mengatasi masalah sampah di Kota Nanas di awal 2018, setidaknya sekitar lima Bank Sampah Unit (BSU) telah ditambah yang dibentuk masyarakat sendiri secara swadaya.

Direktur BSP, Daddy Prayogi SPd melalui Direktur Bisnis dan Operasional, Desti Fajarini ST menerangkan, kelima BSU tersebutyakni BSU Miranda (Sukajadi), Sedap Malam (Santa Maria), Kemang Tanduk, BSU Rizki Al Habib (Talang Sako), dan Bersama Anak Petai.

"Ke depan, kita berharap meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya keberadaan BSU ditengah lingkungannya. Sangat membantu kita, mengatasi sampah di lingkungan masyarakat," ujar Desti kepada KabaRakyatsumsel.com, Jumat (22/2/2018).

Kata Desti, bukan pada jumlah besarnya yang dikumpulkan atau disetorkan masyarakat ke BSU. Tetapi, lebih pada kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahnya dengan benar, dan tidak dibuang begitu saja. "Setiap penimbangan sebulan sekali, setidaknya melibatkan 20 orang masyarakat yang tergabung dalam BSU tersebut. Kita sifatnya sosial, lebih pada bagaimana masyarakat mengelola sampah. Kita minta itu," kata dia.

Sambungnya, BSP sendiri sejauh ini sudah memiliki 60 BSU termasuk lima BSU yang baru terbentuk. Ungkapnya, daya tampung atau kapasitas BSP sendiri sekitar 2 ton sampah kardus, dan sekitar 3 ton sampah lainnya. "Rata-rata perbulan sekitar 5 ton yang berhasil kita himpun dan kelola. Dan, ke depan kita berharap semakin banyak berdiri BSU di tengah masyarakat. Sehingga, makin banyak sampah yang bisa dihimpun dan dikelola masyarakat," tandasnya.

Pihaknya memerlukan relawan lingkungan untuk membentuk BSU-BSU lainnya. Untuk membantu BSP menanggulangi, permasalahan sampah di tengah masyarakat.

 "Jika ada relawan sampah yang serius dan sukarela, mengatasi masalah sampah. Kita yakin jumlah BSU, akan terbentuk akan lebih banyak. Lama kelamaan, masalah sampah ini akan teratasi," pungkasnya.(bmg/hd)

Post a Comment