PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com-Menjelang Pilkada 2018. Sekretaris Daerah ( Sekda)  Kota Prabumulih,  mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjaga netralitasbya dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Menurut M Kowi  SSos. M Si,  Pilkada merupakan sebuah proses ajang kompetisi yang diatur dalam undang-undang, diatur melalui adminstrasi ketentuan.

“Saya berharap agar pemilu nanti berlansung demokrasi dan baik, dan ASN wajib netral,” terangnya,  (1/2/2018) diruang kerjanya.

Lanjut Kowi, ASN harus punya integritas, netralitas, profesiaonal, bebas dari KKN dan tidak berapiliasi dengan calon di Pilkada.

“Mudah-mudahan kita bisa wujudkan ini semua. Oleh karenanya saya sering ingatkan kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitasnya," harapnya.

Kowi juga mengingatkan ASN bijak dalam menggunakan media sosial, tidak boleh terkesan berpihak kepada salah satu calon.

“ASN harus memposisikan diri dengan tepat, tidak boleh berpihak,” ujar dia.

 Tambah Kowi sebagai Aparatur Negara harus juga  bisa memberikan pencerahan kepada warga masyarakat agar senantiasa menjaga dan memelihara keharmonisan dalam kehidupan sosial yang kondusif selama ini.

“Disini lah peran dan fungsi seorang Aparatur Negara dalam pesta demokrasi sesungguhnya,” terang kowi.

Sementara itu,  Panwaslu kota Prabumulih, Herman Julaili SH menerangkan, kalau memang ada temuan, ada laporan, dan mungkin nanti panwas maupun jajaran kebawah, menemukan ASN memihak pada calan, dari temuan itu baru akan ditindaklanjuti.

"Nanti,  setiap Tps akan akan di tempatkan 1 orang, Adanya laporan masyarkat,  siapapun dia,  bahwa ASN memihak pada satu calon,  kita tidak percaya langsung,  akan kita lihat dan kita buktikan, dan kalau sudah terbukti,  baru kita proses lebih lanjud dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.(hdk)

Post a Comment