BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com--- Usaha Dahri (33) untuk mengobati salah satu anaknya yang menderita penyakit bocor jantung dengan cara bekerja sebagai kurir narkoba, harus tertunda. Pasal tersangka diperjalanan gagal mengirim narkoba jenis Pil Extacy sebanyak 2700 butir ke Kota Palembang lantaran terjaring razia oleh anggota Satres Narkoba Polres Banyuasin,

Bapak tiga anak ini bersama rekan perempuan yakni Inuraini (34) yang merupakan sama-sama warga Aceh Utara ini, terjaring razia oleh anggota Satres Narkoba Polres Banyuasin dalam Bus Antar Provinsi saat melintas di Jalintim Palembang-Betung tepatnya KM 42 Kelurahan Kayuara Kuning.

“Masing-masing tersangka telah menerima uang muka Rp 1 juta dari sang bandar. Sisa upah mereka setelah barang sampai tujuan. Rencana Dahri uang itu akan digunakan biaya berobat anaknya. Sedangkan Inuraini yang diajak tersangka Dahri, alasannya akan pergi ke Lampung untuk bekerja,”ujar Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.IK didampingi Waka Polres Banyuasin dan Kasatres Narkoba AKP Liswan Nurhafis saat press rilis di aula Mapolres Banyuasin, Rabu (21/02).

Menurut Kapolres, digagalkan pengiriman 2700 Pil Exstacy yang dibawa Dahri dan Nuraini ini berkat informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman narkoba berjumlah besar melalui Bus Antar Provinsi. “Lalu anggota Satres Narkoba melakukan penyelidikan selama lima hari, pada Sabtu (16/2) Pukul 01.30 Wib barang bukti berupa 6 Paket Besar berisikan 2.700 butir ekstasi warna kuning kecoklatan berlogo apel, dua kotak kue dan tersangka berhasil di amankan,”jelasnya.

Kedua tersangka mengakui kalau barang bukti itu milik mereka. Kemudian dilakukan pengembangan terhadap penerima barang, dam bn berhasil diamankan tersangka Z di Bukit Lama Palembang.

“Kita jerat dengan primer Pasal 114 Ayat 2 dan subsider Pasal 112 Ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” terangnya.

Dalam gelar tersangka tersebut, Inuraini (34) menangis tersedu-sedu. Ia menyesal atas perbuatan yang dilakukannya bersama Dahri menjadi kurir narkoba. “Saya ini hanya diajak Dahri Pak. Saya tidak tahu kalau yang dibawa itu adalah narkoba, saya menyesal,” ucap dia yang mukanya ditutupi sebo tersebut.(Adam).

Post a Comment