BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Pipa Pertamina di Desa Keluang Bentayan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin Sumsel mengalami kebocoran pada tanggal(30/1) lalu, menyebabkan 4 rumah warga sekitar terkena semburan minyak. Dari informasi yang diterima media ini, semburan minyak pertamina yang mencapai kurang lebih 8 meter keatas mengenai 4 rumah warga yang terkena ,3 rumah yang sangat parah.

Dari keterangan warga sekitar, Mulyadi (40) saat di konfirmasi melalui via Handphone  Kamis (15/2/2018) mengatakan, bocornya pipa pertamina tersebut belum di ketahui penyebabnya.

"Kita tidak tau pasti kebocoran Pipa  Minyak Pertamina, yang pasti semburan minyak pertamina tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan disekitarnya, saya melihat ada 4 rumah yang kena, namun 3 rumah yang sangat parah dampaknya." Bebernya

Salah satu pemilik rumah yang terkena semburan minyak pertamina yang bocor, Juanda (45) mengungkapkan kekecewaannya ketika di konfirmasi, bahwa pihak pertamina belum memberikan kompensasi kerugian yang di alaminya.

"Memang benar, rumah saya dan 3 rumah lainya kena semburan minyak pertamina yang bocor, kami yang terkena semburan minyak tersebut masih menunggu ganti rugi, karena akibat semburan minyak tersebut, dinding rumah rusak,genteng rusak, sumur tercemar dan tanaman mati, mereka memang mau mengganti kerugian kami, namun sekarang belum, mungkin masih mendata atau bagaimana saya sendiri tidak ngerti, untuk kebocoran Pipa minyak Pertamina , sekarang sudah di perbaiki oleh pihak pertamina." keluhnya

Sementara pihak PT Pertamina wilayah tersebut belum bisa di konfirmasi terkait kebocoran tersebut, diketahui humas pertamina di Desa Keluang Bentayan masih mengurusi masalah tersebut.

Menanggapi bocornya pipa pertamina di Desa Keluang Bentayan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin Syahril ketika di temui diruang kerjanya Senin (19/2/2018) mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait bocornya pipa pertamina tersebut.

"Kita belum menerima laporan, karena pada dasarnya bila warga yang terkena semburan minyak pertamina atau limbah sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan tidak ada penyelesaian dan melapor ke kita baru kita mediasi, bila ada yang dirugikan buat laporan baru kita turun ke lokasi." Jelasnya (Adam)

Post a Comment