BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menegur paslon yang menggunakn atribut kampanye diluar zona, seperti menegur brendding Spanduk mobil yang tertempel di kaca belakang mobil. Hal ini dilakukan agar pilkada Banyuasin bisa berlangsung tertib dan damai, serta taat menggunakan zona kampanye.

"Kami harap branding mobil yang menunjukan poster kampanye segera di lepas atau KPU akan memberikan sangsi kapada paslon tersebut," Ujar Salinan pada kabarakyatsumsel.com saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa (20/02).

Salinan mengatakan, banyaknya stiker, baliho dan Sepanduk yang di pasang oleh Pasangan Calon Bupati Banyuasin 2018 seperti brending mobil, stiker dan spanduk yang di cetak sebelum di keluarkanya spanduk, baliho dan umbul-umbul sesuai aturan dari KPU, 

Salinan juga menjelaskan bahwa yang di luar aturan KPU dapat dilakukan sangsi tegas."Kalau ada yang  membrending mobil itu salah karena itu diluar aturan KPU, sebab yang di atur KPU itu hanya  alat praga kampanye dan itu harus sesuai dengan aturan yang sudah kita tentukan," Ujarnya 

Salinan berujar bahwa kalau untuk acara soasilisai kita tidak melarang namun untuk pemasangan alat peraga diluar zona yang ditentukan jelas akan kita sangsi karena menurutnya untuk Baliho, umbul-umbul, spanduk dan ukuran sudah di tentukan.

Jadi oleh karena itu Baliho hanya boleh  4 Meter x 7 meter sebanyak 5 buah sekabupaten di perbanyak menjadi 150%  jadi paling banyak cuma 8 baliho,  umbul-umbul 5 meter x 1,15 m, paling banyak 20 umbul-umbul  perkecamatan paling banyak 50, dan spanduk 1,5 m x7 m paling banyak 2 sampai 5 buah di setiap desa dan kelurahan karena itu sesuai dengan yang sudah diatur," kata dia. 

"Untuk jumlahnya sudah kita batasi, bagi paslon yang ingin memperbanyak,  sebelum cetak harus meminta persetujuan Secara tertulis ke KPU kalau tidak itu artinya ilegal dan sangsinya tegas panwaslu berhak untuk mencopot semua itu," tukasnya.(Adam)

Post a Comment