MUBA, KabaRakyatsumsel
Com-Kayu hutan kawasan perbatasan Kabupaten Musi Banyuasin dengan Kabupaten Musi Rawas diduga habis dijarah oknum yang tidak bertanggung jawab. Bagai mana dengan undang undang tentang perlindungan hutan kawasan jika hal ini terus dibiarkan maka kayu yang ada dihutan kawasan akan habis dan merugikan negara.

Menurut keterangan salah seorang anggota Forum masyarakat Musi Bersatu (FM2B) sebut saja namanya Alam, berapa waktu lalu menjelaskan kepada wartawan media ini.pengambilan kayu dihutan kawasan tersebut menggunakan mesin chainsaw untuk menebang setelah ditebang kayu dikeluarkan melalui sungai Kapas Kecamatan Batang Hari Leko Muba

Saat air sungai sedang dalam/ meluap jenis kayu bulian, merbau,kulim dan Meranti.tempat pemuatan dekat kantor Polpos Desa Binti Alo melalui jalan gas PT Conoco Philip

Kayu tersebut sudah dibentuk log balok kaleng, kusen dan papan setelah itu dimuat kemobil trak malam hari dengan tujuan Palembang, Pangkalan Balai, Jambi dan disalah satu sawmill yang ada dimuba

Anehnya lagi pengambilan kayu tidak jau dari kantor pembibitan yang ada dalam Hutan Kawasan.

Diduga pembeli berinisial AW melalui orang kepercayaannya berinisial.ST dan dibawa ke salah satu depot sub di Palembang dan salah satu sawmill yang di Babat Toman

Saat dikonfirmasi Kabarakyatsumsel.com.melalui whatsApp, Sslasa (6/2/2018) Kepala UPTD Kehutanan KPH Wilayah I Meranti Wan Kamil mengatakan, berdasarkan dari hasil rilisan pemberitaan tersebut lokasi pejarahan berada di Kelompok Hutan HPT Meranti Sungai Kapas masuk dalam areal PTReki

"Akan kita koordinasikan dengan pihak PT.Reki dalam minggu ini supaya ada tindakan terhadap kegiatan tersebut," ucapnya.(rdi)

Post a Comment