PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com – Kurangnya pilihan destinasi wisata alam di kota Prabumulih, tidak menjadi kendala untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya. Dengan geliat sektor pariwisata tersebut, tentu akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan yang paling penting adalah menggerakkan roda perekonomian masyarakat yang berada di pelosok-pelosok (desa) kota Prabumulih.

Untuk mencapai hal itu, maka kehadiran seni budaya sebagai aset pariwisata, menjadi sangat krusial. Maka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sedang merencanakan untuk membangkitkan gerak seni budaya di Prabumulih, yang dimulai dari desa. Hal itu disampaikan oleh Kepada Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Rusli Priadji saat ditemui Simbur diruangannya, Rabu (21/2).

“Gerak seni dan budaya akan kami mulai dari daerah-daerah (desa). Diantaranya, kami mengupayakan untuk mengembangkan sanggar-sanggar seni di dusun seperti di Tanjung Menang, Tanjung Raman, Desa Prabumulih, dan desa-desa lainnya," ungkapnya seraya menambahkan jika semua sanggar tersebut menginduk kepada sanggar Seinggok Sepembuyian. Dan jika ada yang menonjol, maka akan diikutsertakan dalam festival seni budaya seperti Festival Sriwijaya.

Masih kata mas Pri sapaan akrab Rusli Priadji, kampung budaya itu yang akan mendukung sektor pariwisata. Kalau bisa lanjutnya, setiap daerah memiliki agenda kesenian setiap bulannya. Dengan itu, wisatawan akan mengetahui dan mengunjungi daerah tersebut saat pegelaran seni budaya itu.

“Dengan banyaknya wisatawan yang datang, maka aspek akomodasi seperti penginapan, makan, cenderamata dan lain sebagainya, menjadi peluang ekonomi untuk masyarakat sekitar. Dengan begitu, ekonomi rakyat di daerah tersebut akan menggeliat. Dan tentu berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya.

“Di sektor pariwisata, Prabumulih tidak memiliki banyak pilihan destinasi wisata alam. Dan, untuk mempromosikan daerah ini memang kebanyakan dari sektor seni budaya. Pemerintah juga sangat mendukung perkembangan seni budaya di kota ini,” pungkasnya dan berharap pagelaran seni tersebut mengangkat budaya asli daerah masing-masing.

“Kami juga berharap kepada masyarakat bahwa dengan seni budaya, kita bisa mengangkat nilai luhur dari sebuah daerah, dan juga bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya. (*)

Post a Comment