KAYUAGUNG, KabaRakyatsumsel.com --Di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir sebanyak 425 berkas. Bila dibandingkan kasus tindak kejahatan lainnya.
Disebutkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kayuagung Viva Hari Rustaman SH MH, 
pemusnahan barang bukti dari perkara - perkara akhir tahun 2015 hingga tahun 2017 telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 

"Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 714 berkas perkara, diantaranya narkotika jenis sabu, ganja, sajam dan senpi  yang didapat dari Polres OKI dan OI dari tahun 2015 akhir sampai dengan tahun 2017," kata Viva 

Lanjut Viva, dalam penanganan perkara tersebut, barang bukti yang akan dimusnahkan jika dipersentasekan yakni, sebanyak 5,46 persen  ganja,  45,37 persen sabu,  8,68 persen Ekstasy, senjata api  11,6 persen, senjata tajam 20,3 persen, pakaian dan lain lain sebanyak 9 persen.

Diketahui, perkara setiap tahun yang masuk ke Kejaksaan Negeri Kayuagung dari wilayah OKI dan OI kisaran 600-700 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).
"Ganja 20,167 gram dari 39 berkas, sabu 955,04 gram dari 324 berkas, ekstasi sebanyak 6.340 gram atau 446 1/2 butir dari 62 berkas. Sedangkan senjata api sebanyak  5 pucuk laras panjang, 77 laras pendek dan 373 butir amunisi dari 79 berkas serta Senjata tajam 145 buah yang terdiri dari 145 berkas, yang harus kita musnahkan," tutur Viva.

Bupati OI HM Ilyas Panji Alam mengungkapkan, narkotika sangat berbahaya, hampir dimana-mana termasuk di Kabupaten OI seperti di orgen tunggal tentang banyaknya pengguna narkoba yang tengah menjadi kekawatiran kita bersamaan.

"Jangan pernah dekati narkoba karna apabila sudah jadi pecandu banyak sekali melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh manusia dan di luar akal manusia serta bisa merusak generasi suatu bangsa," cetus Ilyas seraya berucap jangan sekali-kali mencicipinya.
Masih kata ilyas, beberapa pemakai bandar dan pengedar serta pemakai sudah ditangkap dan di proses hukum, dengan itu dirinya menghimbau dengan di backup oleh jajaran Polres OI dan OKI dengan pemkab terkait telah melakukan pencegahan agar masyarakat terbebas dari ancaman pengaruh bahaya narkoba.

“Kebanyakan dari hasil kejahatan  untuk memenuhi ketergantungan akan narkoba. Mari kita selamatkan generasi muda kita. Ayo kita bersama-sama bersinergi dalam memerangi narkoba. Peran terbesar adalah lingkungan terdekat. Hukum adalah lapisan terluar atau alternatif terakhir," ujarnya.

Demikian, pemusnahan barang bukti yang dilakukan di Halaman Kejaksaan Negeri Kayuagung dilakukan, Rabu (21/2/2018), dan disaksikan langsung oleh Bupati OI, Kapolres OKI AKBP Ade dan Kapolres OI AKBP G Ahmad SIk, BNN OKI, Kepala Pengadilan Negeri Kayuagung, Bambang Winarno serta Kepala instansi Daerah terkait. (Sanfriawan)

Post a Comment