BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Sebelunnya telah diberitakan dimana Fasilitator 
Sistim Layananan Rujukan Terpadu (SLRT) telah mendapati sepasang suami istri yaitu Mbah Panut dan Mbah Pinem warga Desa Bukit yang miskin dan tidak mampu dan mengalami sakit yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Begitu mendapat laporan dari Fasilitator SLRT di lapangan , untuk mengecek kebenaran laporan tersebut , tim dari SLRT Kabupaten Banyuasin turun langsung kelapangan untuk mengecek kebenarannya bahwa ada Keluarga miskin yang tidak terpantau dan belum mendapat bantuan program apapun.

Tim yang berangkat di Komandoi langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin Hasmi, S.Sos., M.Si, Sarimena Kabid Pemberdayaan, Tenaga Ahli dri SLRT Nasional ,Ali Sardani dn Petugas SLRT  Rusidi dan Mitra Arga

Ternyata kepedulian ini tidak hanya datang dari tim SLRT Kabupaten Banyuasin, tapi juga menggugah hati H. Askolani Jasi SH. MH,  Wakil Ketua DPRD  yang juga sebagai Balionbup Banyuasin. Beliau sangat merasa ibah melihat kondisi Rumah yang ditempati Mbah Panut bersama istrimya Mbah Pinem sekarang ini yang sudah reot dan bocor.

Terkait dengan hal tersebut H. Askolani yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Banyuasin sekaligus  Balonbup Banyuasin langsung memberikan bantuan berupa material, sembako dan sedikit uang belanja yang dibsampaikan langsung oleh Jupriyadi Anggota DPRD Banyuasin Frkasi PDIP dapil VI kepada masyarakat yang tengah berswadaya melakukan pembedahan rumah Mbah Panut Minggu (04/02).

 Melalui Jupriyadi Anggota DPRD Fraksi PDIP dapil VI saat memberikan bantuan dari H. Askolani Jasi menjelaskan bahwa kegiatan Bedah rumah tersebut dilakuan secara gotong royong oleh masyarakat setempat dengan cara swadaya. Rumah yang berukurn 4x6 meter tersebut memang sudah selakyaknya untuk di bagun karena dilihat dari kondisi sungguh sanggat memprihatinkan.

"Alhamdullilah saya mewakili pak H. Askolani Calon Bupati Banyuasin hari ini memberikan bantuan berupa material bangunan kepada masyarakat yang tengah melakukan bedah rumah terhadap kediaman Mbah Panut secara swadaya ini." Katanya kepada kabarakyatsumsel.com. Minggu (4/2).

Dikatakan Jupriadi bahwa dirumah yang berukuran 4x6 meter persegi tersebut hanya di huni oleh tiga orang yakni Mbah Panut(87), istri Mbah Panut(85) dan anaknya yang menderita cacat  mental(18). Sebagai wakil rakayat kami merasa hiba melihat kondisi mereka yang memprihatinkan.

"Oleh sebab itu Pak Askolani wakil ketua DPRD Banyuasin yang juga calon Buati ini turut serta memberikan bantuan berupa bahan-bahan material banguan sebagai tambahan dan betuk support beliau kepada masyarakat yang tengah melakuakn  pembedahan rumah secara swadaya tersebut,  muda-mudahan dapat bermanfaat." Imbuhnya.

Ketika ditanya darimana sumber dana bedah rumah tersebut, Jupriyadi menjelaskan bahwa sebagian besar dana berasal dari swadaya masyarakat, dan bahan bangunan dari H. Askolani Calon Bupati Banyuasin.

"Ide ini berasal dari masyarakat, namun sebagai bentuk kepedulian H. Askolani, makanya beliau ikut serta membantu baik berupa material maupun sembako serta uang belanja ala kadarnya." pungkasnya. (Adam)

Post a Comment