BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Dies Natalis Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuasin (Mansaba) ke-20 tahun 2018 dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Sumatera Selatan (Sumsel) HM Fajri Zabidi SPd MM MPd. Pembukaan dilakukan oleh Bupati Banyuasin Ir SA Supriono MM dengan ditandai penabuhan gong, Selasa (27/02).

Dalam laporannya, Kepala Mansaba Neli Septiana MPd mengatakan, dalam perjalannya mulai dari tahun 2010, Mansaba sudah banyak sekali menghasilkan prestasi akademik maupun non akademik di tingkat provinis hingga tingkat nasional. MAnsaba sudah siap bersaing dengan sekolah lainnya di tingkat provinsi.

Prestasi tahun 2017 yang berhasil diraih, bahwa Mansaba bakal mewakili Sumatera Selatan ketingkat nasional pada lomba sekolah adiwiyata tingkat sekolah menengah Atas (SMA) sederajat. Keberhasilan tersebut tentunya menjadi kebangaan bagi Mansaba satu-satun madrasah yang mendapat nominasi di tingkat provinsi.

 Tidak itu saja, kata dia, tahun 2016 lalu Mansaba mengikuti jambore PMR nasional di Sulawesi dan satu siswa terseleksi mengikuti MTQ tingkat nasional di Lombok. Tahun 2015 lalu Jambore Organisasi  Osis nasional serta menjadi juara kompetisi Sains Madrasah pada mata pelajaran matematik dan geografi.

“Itu hanya sebagian saja prestasi yang berhasil ditingkat nasional, namun secara umum memang lebih dari ratusan medali diperoleh selama berdiri Mansaba hingga dies natalis ke-20 tahun 2018. Karena sesuai dengan Motto “Kita wujudkan Mansaba sebagai madrasah terdepan dalam prestasi yang  berwawasan keilmuan, keimanan dan ketakwaan”

Sementara Kepala Kantor Kemenag Provinsi Sumatera Selatan HM Fajri Zabidi SPd MM MPd mengatakan, perkembangan Mansaba memang cudah cukup baik, karena berkat dukungan dari Pemerintah Banyuasin yang telah memberikan bantuan perluasan lahan untuk pembangunan Mansaba ke depan.

"Tidak tanggung-tanggung, lahan MAN sekarang luasnya sudah mencapai 7 hektar. Semuanya berkat bantuan Bupati Banyuasin, karena adanya kepedulian pemerintah Banyuasin. Inilah salah satu bentuk kepedulian dengan dunia pendidikan, sehingga perkembangan dunia pendidikan di Banyuasin nanti semakin pesat,” ujar dia.

Diksempatan itu juga Bupati Banyuasin Ir SA Supriono MM mengatakan, Mansaba merupakan satuan pendidikan berlatar belakang mendidik generasi muslim hendaknya bisa terus mengembangkan diri, sebab tidak hanya siswa di wilayah daratan saja ditampung di sini, namun juga para generasi di wilayah perairan.

"Pemerintah memberikan lahan luas agar digunakan Mansaba untuk memperluas jaringan. Sehingga bisa menerima siswa dari wilayah perairan, kalau perlu membangun rumah susun sewa untuk menampung para siswa yang berasal dari wilayah perairan,” ujar Supriono dihadapan ratusan siswa dan sejumlah pejabat Kemenag. (Adam)

Post a Comment