OGAN ILIR, KabaRakyatsumsel.com- Sumsel kekurangan 12 ribu guru SD. Hal ini dikatakan Ketua PGRI Sumsel Ahmad Julinto SPd MM pada acara Konfrensi PGRI ke-4 Kabupaten Ogan Ilir dan Pengukuhan Bupati Ogan Ilir sebagai Ketua Dewan Penasehat PGRI Ogan Ilir serta Seminar 4 Pilar Negara, yang berlangsung di Pendopoan Tanjung Senai Indralaya, Rabu (31/1)


"Kesejahteraan guru harus diperhatikan dan ditingkatkan misalnya pembayaran uang Sertifikasi Guru di Ogan Ilir harus tepat waktu," jelasnya. Menurutnya di Ogan Ilir uang Sertifikasi sudah dibayar penuh. Disamping itu menurutnya, pengurus PGRI harus berjuang untuk kesejahteraan dan guru harus dihargai oleh organisasi PGRI.

Ia juga meminta kepada Kepala Dikbud Ogan Ilir agar kenaikan pangkat guru harus dibantu. "Kenaikan pangkat seharusnya naik secara otomatis empat tahun  sekali," lanjutnya.


Begitu juga masalah sertifikasi, karena sertifikasi merupakan penghargaan pada jasa guru, yang telah memenuhi persyaratan dalam melakukan dan mengabdi melakukan kegiatan mengajar selama 24 jam dalam seminggu.

sementara ditempat terpisah Latipa Wardi, salah tenaga pendidik kecamatan Tanjung Batu, agar kenaikan pangkat guru harus secara otomatis kata Dia penuh harap.

"Permasalahan guru di Ogan Ilir baik terkait Sertifikasi dan guru honorer adalah permasalahan nasional dan sama dengan teman-teman guru di Kabupaten/Kota lainnya," jelas Yulian Gunhar, anggota DPRD RI dan Abdul Aziz anggota DPD RI, usai acara.(her)




Post a Comment