Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

OGAN ILIR, KBRS Setelah di laounching program Satu Desa Satu Diniyah beberapa waktu yang lalu dan program ini harus jalan dan mulai direalisasikan Januari 2018, untuk mengejar target pelaksanaan program tersebut tidak sedikit yang sudah jalan dengan memakai fasilitas seadanya misalnya memakai balai desa. 


Menanggapi hal itu, saat dikonfirmasi kepada Kadin Dikbud OI Islah Corie, SPd, MSi mengakui program Satu Desa Satu Diniyah sudah jalan dan bahkan ada yang memakai fasilitas lain selain fasilitas SD setempat. Karena menurut Islah Corie tempat belajar Diniyah tersebut tidak harus memakai fasilitas SD di desa tersebut. " boleh boleh saja memakai balai desa, yang penting sudah ada kesepakatan, tidak mengganggu dan lancar", ujar Islah. 


Lanjut Islah, peserta didiknya juga tidak tertutup diluar yang bukan pelajar SD yang ada di desa tersebut dan program ini kalau sudah selesai tidak ada ijazahnya. " peserta didiknya tidak  harus pelajar SD yang bersangkutan, boleh yang bukan pelajar SD kalau mau ikut belajar, misalnya pemuda, silahkan", kata Islah. 


Masih kata Islah, program satu desa satu diniyah ini merupakan program pendidikan berkarakter, disini ditekankan bagaimana peserta didiknya mendapat ilmu, bekal untuk membentengi dirinya dari perbuatan yang tercela, dengan dibekali dasar pengetahuan agama dan keimanan yang kuat sedini mungkin diharapkan menjadi generasi harapan yang mempunyai dasar iman  dan akhlak yang mulia. (her)

Post a Comment