Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

BANYUASIN, KBRS-- Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin melakukan pengawalan dengan cara berkoordinasi bersama Bulog agar menyerap gabah petani Banyuasin yang sedang panen perdana padi seluas 14.695 hektar sawah pasang surut terhitung awal Januari hingga Pekan ketiga Januari 2018.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Banyuasin Erawan SP saat ditemui diruang kerjanya Kamis (25/1) mengatakan, sudah lebih kurang 14.695 hektar sawah pasang surut di Banyuasin sedang panen padi. Dan Akhir Januari ini mencapai 25 ribu Hektar.

"Harga padi kering sawah saat ini maaih sangat tinggi yakni antara Rp 500ĺ / Kg sampai Rp 5500/ Kg dan Dinas pertanian ikut mengucapkan selamat kepada para petani yang saat ini panen di beberapa wilayah," Ujar Erawan.

Erawan mengatakan, pada Januari minggu ke empat ditargetkan panen padi sudah mencapai 25.000 hektar. Target ini akan tercapai, seiring panen yang merata di wilayah perairan. Diprediksi panen dari bulan Januari-Maret diperkirakan akan panen raya seluas 120 hektar hingga130 ribu hektar. Tugas selanjutnya adalah
Kerjaan bulog untuk menjaga stabilitas harga beras atau gabah. 

Adapun panen raya yang sedang berlangsung saat ini diseluruh pasang surut yaknib14 Kecamatan daerah pasang surut, Kecuali Kecamatan Rambutan, Rantau Bayur Banyuasin I dan Banyuasin III serta Kecamatan Air Kumbang.
Untuk menaggulangi turunnya harga gabah ditingkat petani, tim antisipasi Serap Gabah (Sergap) gabungan TNI, Kementerian dan Bulog sedang di bentuk.

"Fungsi Sergap dibentuk untuk mengantisipasi turunnya harga gabah tingkat petani di Banyuasin yang saat ini sedang panen raya, fungsi sergap hanya pada saat panen raya setelah itu selesai," Kata Erawan.

Dikatakan Erawan, harga pasar gabah saat ini masih diatas harga eceran tetap atau Harga Pembelian Pemerintah Rp 3700/ Kg. Dimana harga gabah kering sawah mencapai Rp 5000/ Kg. Menurut Erawan, rata-rata beras banyuasin di beli oleh pedagang dari Lampung, karena meraka mungkin ada industri hilir nya dimana beras di kemas menjadi sebuah hak paten lalu dijual ditoko dan pasar dalam kemasan.

"Kita Banyuasin belum memiliki industri hilir beras seperti di Lampung, penyebabnya mungkin masalah infrastruktur jalan dan investor yang harus digiring ke Banyuasin," Ujar Erawan.

Terpisah Suradi (50) petani di Gapoktan Inti Tani Kecamatan Muara Sugihan saat diwawancarai mengatakan, menyambut baik harga gabah tahun ini. 'Harganya cantik.
Harga tersebut dipengaruhi oleh operasi yang dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) yang selalu mantau wilayah-wilayah di Kabupaten Banyuasin yang sedang panen padi.

"Menurut Suradi, dengan cara Bulog keliling ke petani menyebabkan kondisi harga gabah sawah dibeli sesuai pembelian pemerintah (HPP).
Kalau dilapangan bahkan harganya cenderung melebihi HPP bahkan ada toke padi di Banyuasin yang sanggup menerima padi dengan harga 5000/Kg harga gabah kering giling," katanya.

Senada dikatakan oleh petani Muara Sugihan Parno (39), menurutnya selain harga gabah stabil karena kontrol pemerintah, selain itu ada faktor kualitas padi saat ini lebih baik dibanding tahun lalu. "Tahun lalu jalan rusak, sekarang sudah bagus, kalau tahun lalu petani tidak menggunakan pupuk, tahun ini pakai pupuk," Kata Parno.

Masih dikatakan Parno, semakin harga gabah stabil, petani semakin bergairah menanam padi." Kalau harga gabah stabil jelas kita selaku petani gabah semakin bergairah menanam padi," ucapnya. (Adam)

Post a Comment