OKI, KBRS –Salah satu komplotan tersangka begal, YD (32) warga Desa Seritanjung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dilumpuhkan dengan timah panas. Tiga rekannya kini menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi

Komplotan ini yang kerap melakukan aksi begal di sepanjang Jalan Tanjung Lubuk dan Jalan Lintas Timur (Jallintim) OKI.


Mereka tak segan-segan melukai korbannya apabila tidak menyerahkan barang berharga yang diinginkan tersangka bersama rekannya.


Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH didampingi Kapolsek Tanjung Lubuk Iptu Johny Martin SH dan Kasubag Humas Polres OKI Ipda Ilham Parlindungan, Jumat (19/1), mengatakan, tersangka Yudi yang telah lama buron ini ditangkap, setelah Unit Reskrim Polsek Tanjung Lubuk mendapat informasi mengenai keberadaan tersangka.


“Pada saat hendak ditangkap, tersangka berusaha melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Namun berkat kesigapan petugas sepeda motornya, langsung di salip menggunakan mobil milik Kanit Reskrim saat berada di Jalan Lintas Komering Desa Seritanjung OKI," kata Kapolres dan saat itu,


:tersangka berusaha melarikan diri, lalu terpaksa dilumpuhkan dan mengenai betis kaki kirinya.

Dijelaskan Kanit Reskrim Ipda Usman Gumanti SH, selain tersangka begal ini sendiri diketahui sedikitnya telah melakukan aksinya di tiga lokasi dan korban berbeda.


Selain tersangka YD petugas juga masih memburu 3 orang pelaku lainnya berinisial UD (36), PP (32), KL (35) yang saat ini masih buron. Ketiganya merupakan warga Desa Pengaraian Kecamatan Tanjung Lubuk OKI.


Tersangka juga diduga terlibat aksi pencurian dengan kekerasan (curas) pada, Kamis 14 Juli 2016 lalu, di Dusun Cegat Desa Pengaraian Kecamatan Tanjung Lubuk Menurut keterangan dari pelapor Muhidin,


Tersangka YD bersama komplotannya berhasil merampas uang tunai Rp 35 juta milik korban.

“Sekira pukul 15.00, mobil truck nopol BG 8235 KC dikendarai korbannya Setejo (39), tengkulak karet asal Desa Muara Burnai Kecamatan Lempuing OKI yang saat itu hendak membeli karet, dicegat tersangka. Dan uang tunai berada di dalam truk tersebut berhasil dirampas,” timpal Ipda Ilham


 Masih kata Ilham, pada hari Selasa 14 Juli 2016 lalu juga, di depan masjid Desa Seritanjung. Saat korban M Nur (29), sales voucher Simpati asal Kelurahan Sukadana Kecamatan Kayuagung OKI, hendak mengambil air wudhu untuk shalat di masjid tersebut. Kemudian tersangka YD bersama UD (buron -red) merebut tas warna hitam yang dibawa korban.

“Tas hitam yang diselempangkan korban di tubuhnya tersebut berisi uang tunai Rp 5 juta, 3 unit handphone dan voucher Simpati senilai Rp 5 juta.

Saat korban berwudhu dirampas dan dibawa lari oleh para pelaku,” jelas Ilham.


Kemudian lanjut Ilham, pada hari Rabu 9 Maret 2016 tepatnya sekira pukul 11.15 di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk OKI, korban Slamet (46) Satpam PT BCP, Warga Desa Bumi Arjo Kecamatan Lempuing OKI dicegat oleh 3 orang yang mengendarai sepeda motor dan langsung menodongkan senpira ke arah korban.

“Kemudian berhasil mengambil sepeda motor Yamaha Jupiter Z-CW yang dikendarai korban berikut 1 buah jam tangan, 1 unit handphone merk Nokia, 2 buah cincin emas 1 suku dan 8 gram, 1 buah dompet warna hitam berisikan uang sebesar Rp 2 juta. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian diperkirakan Rp 15 juta,” tandas Ilham. (Sanfriawan)

Post a Comment